INDOZONE.ID - Jantung yang tiba-tiba berdebar kencang tanpa alasan jelas sering membuat seseorang merasa cemas. Kondisi ini dikenal sebagai palpitasi, yaitu sensasi detak jantung yang terasa lebih cepat, kuat, atau tidak beraturan.
Meski sering kali tidak berbahaya, keluhan ini tetap perlu dipahami karena bisa berkaitan dengan gaya hidup, kondisi emosional, hingga masalah kesehatan tertentu. Berikut penjelasannya.
Apa Itu Jantung Deg-degan Tanpa Sebab?
Deg-degan tanpa sebab adalah kondisi ketika seseorang merasakan detak jantungnya sendiri secara tidak biasa, seperti terlalu cepat, bergetar, atau terasa “meloncat”.
Sensasi ini bisa muncul saat sedang beraktivitas maupun ketika sedang beristirahat, dan sering kali datang secara tiba-tiba.
Baca juga: Masih Bisakah Berlari Setelah Serangan Jantung? Berikut Penjelasannya
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Meskipun umumnya tidak berbahaya, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan karena bisa mengarah pada kondisi serius, seperti:
- Pusing atau hampir pingsan
- Sesak napas
- Nyeri atau tekanan di dada
- Keringat dingin
- Tubuh terasa sangat lemah
- Jantung berdebar terlalu sering atau berlangsung lama
- Riwayat penyakit jantung dalam keluarga
Baca juga: Daftar Pantangan Makanan bagi Penderita Penyakit Jantung, Apa Saja?
Penyebab Umum Jantung Tiba-tiba Berdebar
1. Faktor Gaya Hidup dan Psikologis
Beberapa kebiasaan dan kondisi mental dapat memicu palpitasi, seperti:
- Stres, cemas, atau serangan panik yang memicu hormon adrenalin
- Konsumsi kafein berlebihan dari kopi, teh, atau minuman energi
- Kurang tidur yang mengganggu ritme jantung
- Dehidrasi yang membuat jantung bekerja lebih keras
2. Perubahan Hormon
Fluktuasi hormon juga bisa memengaruhi detak jantung, terutama pada:
- Menstruasi dan kehamilan
- Masa menopause
3. Kondisi Medis Tertentu
Beberapa gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan jantung berdebar antara lain:
- Anemia (kekurangan sel darah merah)
- Hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif)
- Aritmia atau gangguan irama jantung
- Hipoglikemia (gula darah rendah)
4. Efek Samping Obat
Beberapa obat seperti dekongestan, obat asma, obat tiroid, antidepresan, atau stimulan dapat memicu peningkatan detak jantung sebagai efek samping.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa ke dokter jika jantung berdebar disertai:
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Pusing berat atau pingsan
- Keringat dingin
- Palpitasi sering terjadi atau berlangsung lama
Pemeriksaan seperti EKG, tes darah, atau Holter monitor mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Cara Mengatasi dan Mencegah Jantung Berdebar
1. Perbaiki Gaya Hidup
- Mengelola stres dengan relaksasi atau meditasi
- Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol
- Tidur cukup setiap hari
- Minum air yang cukup
- Menerapkan pola makan sehat
- Rutin berolahraga sesuai kondisi tubuh
2. Pencegahan Jangka Panjang
Menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan dapat dilakukan dengan pola hidup sehat yang konsisten serta konsultasi rutin ke tenaga medis bila memiliki risiko tertentu.
Jantung berdebar tiba-tiba tanpa sebab umumnya tidak berbahaya, tetapi tidak boleh diabaikan terutama jika sering terjadi atau disertai gejala serius. Memahami pemicunya adalah langkah penting untuk mencegah kondisi yang lebih buruk.
Jika keluhan terus berulang, pemeriksaan medis menjadi langkah terbaik untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fortishealthcare.com