Rabu, 24 JUNI 2026 • 16:10 WIB

Studi: Jokes Bapak-Bapak Ternyata Baik untuk Kesehatan Otak

Author

Ilustrasi jokes bapak-bapak baik untuk kesehatan otak. (Magnific)

INDOZONE.ID - Jokes bapak-bapak yang sering dianggap receh, garing, bahkan geleng-geleng kepala, ternyata punya manfaat untuk kesehatan otak dan mental.

Dalam penelitian terbaru yang dipublikasika di PsyArXiv, ditemukan bahwa jokes bapak-bapak punya pola unik yang justru membuat otak lebih aktif bekerja. 

Jokes atau lelucon bapak-bapak biasanya mengandalkan permainan kata, plesetan, dan humor ringan yang mudah dipahami berbagai usia. 

Karena simpel dan mudah ditebak, candaan seperti ini bisa dinikmati anak-anak sampai orang dewasa. 

Inilah yang membuat jokes bapak-bapak sering jadi pemicu momen tertawa bersama di keluarga.

Baca juga: Dua Porsi Kacang Tanah per Hari Ternyata Bisa Tingkatkan Kesehatan Otak Lansia

Kenapa Jokes Bapak-Bapak Baik untuk Otak?

Psikolog Paul J. Silvia dari University of North Carolina at Greensboro dan Meriel I. Burnett dari University of Massachusetts Amherst menjelaskan bahwa humor berbasis permainan kata membantu otak memproses makna dengan cara yang kreatif.

Saat seseorang mencoba memahami plesetan atau punchline sederhana, otak akan menghubungkan berbagai arti kata dalam waktu cepat.

Proses ini berkaitan dengan kemampuan verbal, kreativitas berpikir, dan fleksibilitas mental.

Selain itu, tertawa juga memengaruhi kondisi tubuh secara langsung.

Saat tertawa, tubuh akan menurunkan hormon stres seperti kortisol dan epinefrin. Sebaliknya, otak meningkatkan produksi hormon yang berhubungan dengan rasa senang seperti dopamin, serotonin, dan endorfin.

Bahkan, tinjauan penelitian tahun 2023 yang diterbitkan di PLOS One menyebut satu sesi tertawa bisa menurunkan kadar kortisol lebih dari 36 persen.

Bikin Hubungan Keluarga Lebih Dekat 

Pakar perkembangan anak usia dini dari Middlesex University, Jacqueline Harding, juga menjelaskan bahwa humor punya peran penting dalam perkembangan otak anak.

Menurut Harding, saat anak tertawa karena permainan kata atau candaan sederhana, sebenarnya otak mereka sedang aktif belajar dan membangun koneksi baru.

Dalam bukunya The Brain That Loves to Laugh, Harding menyebut kegembiraan membantu anak menghadapi stres sekaligus membangun pola pikir yang lebih terbuka dan tangguh.

"Harapan dan humor tampaknya bukan sekadar pelengkap kehidupan, melainkan bagian mendasar dari resep perkembangan yang sehat," tulis Harding.

Manfaat humor ternyata bukan hanya untuk otak, tetapi juga hubungan emosional dalam keluarga.

Tertawa bersama dapat meningkatkan hormon oksitosin, yaitu hormon yang membantu mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Baca juga: 7 Manfaat Jus Blueberry untuk Kesehatan Tubuh, Terutama untuk Otak

Selain itu, momen bercanda bersama juga membantu proses co-regulation, yaitu kemampuan mengelola emosi lewat interaksi sosial yang positif dan rasa aman bersama orang terdekat.

Menurut Harding, permainan spontan dan penuh kegembiraan menjadi cara alami tubuh melawan stres.

"Permainan spontan yang penuh kegembiraan merupakan penawar stres karena meningkatkan kadar endorfin yang dilepaskan oleh otak,” kata Harding.

Jadi, meski sering dianggap receh dan bikin malu, lelucon khas bapak-bapak ternyata punya manfaat yang cukup besar untuk kesehatan mental, perkembangan otak, sampai hubungan keluarga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU