INDOZONE.ID – Smartphone saat ini sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Mulai dari mengatur jadwal, berkomunikasi, bekerja, hingga melakukan transaksi digital. Hampir seluruh aktivitas kini bergantung pada perangkat tersebut.
Lantaran begitu sering berada dekat tubuh seperti disimpan di saku celana, baju, digenggam dalam waktu lama, bahkan diletakkan di samping kepala saat tidur, muncul pertanyaan yang kerap mengkhawatirkan banyak orang, ‘Apakah radiasi dari smartphone dapat menyebabkan kanker?’
Menjawab kekhawatiran tersebut, dokter spesialis bedah onkologi kepala dan leher, Amit Chakraborty, menjelaskan, pemahaman mengenai jenis radiasi yang dipancarkan ponsel sangat penting, sebelum menyimpulkan dampaknya terhadap kesehatan.
Baca juga: Dari Mual hingga Perdarahan Internal, Ini Gejala Penyakit Radiasi yang Perlu Diwaspadai
Apakah Smartphone Memancarkan Radiasi?
Dikutip dari Hindustan Times, Chakraborty bilang, jawabannya memang benar. Namun, radiasi yang dipancarkan telepon seluler berbeda dengan radiasi yang diketahui dapat merusak sel tubuh.
"Ponsel memancarkan energi frekuensi radio atau radio frequency (RF), yang termasuk dalam kategori radiasi non-ionisasi. Jenis radiasi ini berbeda dengan radiasi ionisasi, seperti sinar-X dan sinar gamma, yang telah terbukti dapat merusak DNA manusia dan meningkatkan risiko kanker," jelasnya.
Dengan kata lain, radiasi dari smartphone tidak memiliki energi yang cukup untuk mengubah, atau merusak struktur DNA. Sehingga, mekanismenya berbeda dengan radiasi yang memang diketahui bersifat karsinogenik.
Apakah Pakai Smartphone Bisa Sebabkan Kanker?
Berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan di berbagai negara, hingga saat ini belum ditemukan bukti ilmiah yang konsisten.
Rutin menggunaan telepon seluler belum pasti dapat meningkatkan risiko kanker otak, maupun jenis kanker lainnya.
Chakraborty mengatakan, sejumlah studi berskala besar yang melibatkan ribuan peserta, serta kajian dari berbagai lembaga kesehatan internasional, tidak menunjukkan adanya hubungan yang meyakinkan antara penggunaan ponsel dengan peningkatan risiko kanker.
Meski demikian, ia menegaskan, penelitian mengenai dampak jangka panjang teknologi komunikasi tetap terus dilakukan. Terlebih, seiring berkembangnya jaringan seluler dari 2G, 3G, 4G hingga 5G.
"Perkembangan teknologi akan terus diikuti oleh penelitian untuk memahami kemungkinan dampak kesehatan dalam jangka panjang," ujarnya.
Cara Mengurangi Kekhawatiran terhadap Radiasi Ponsel
Bagi masyarakat yang masih merasa khawatir, Chakraborty menyarankan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan sebagai bentuk tindakan pencegahan.
Beberapa di antaranya adalah:
- Menggunakan mode pengeras suara (speaker) saat menelepon.
- Memakai headset atau earphone agar ponsel tidak terlalu lama menempel di kepala.
- Mengurangi penggunaan smartphone yang tidak diperlukan.
- Membatasi waktu menatap layar untuk menjaga kesehatan secara umum.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut lebih ditujukan untuk memberikan rasa tenang bagi pengguna yang masih memiliki kekhawatiran terhadap paparan radiasi ponsel.
Baca juga: Dampak Negatif Radiasi Smartphone Terhadap Kesehatan dalam Jangka Panjang
Faktor Risiko Kanker yang Jauh Lebih Penting
Di tengah maraknya informasi mengenai radiasi gadget, maupun kandungan bahan tertentu dalam makanan yang disebut-sebut dapat memicu kanker, Chakraborty mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan faktor-faktor risiko yang telah terbukti secara ilmiah.
Ia menegaskan, perhatian seharusnya lebih difokuskan pada penyebab kanker yang sudah memiliki bukti kuat, antara lain:
- Kebiasaan merokok atau penggunaan produk tembakau.
- Obesitas atau kelebihan berat badan.
- Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
- Kurangnya aktivitas fisik.
- Tidak menjalani pemeriksaan atau skrining kanker sesuai anjuran.
Menurutnya, faktor-faktor tersebut memiliki kontribusi yang jauh lebih besar terhadap peningkatan risiko kanker, dibandingkan kekhawatiran terhadap radiasi smartphone.
Belum Ada Bukti Smartphone Meningkatkan Risiko Kanker
Hingga saat ini, data ilmiah yang tersedia belum menunjukkan, penggunaan telepon seluler setiap hari, meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker.
Meski penelitian mengenai dampak jangka panjang teknologi komunikasi masih terus berlangsung, para ahli menilai masyarakat sebaiknya tetap berfokus pada penerapan gaya hidup sehat.
Dengan demikian, penggunaan smartphone secara wajar tidak perlu menjadi sumber kekhawatiran berlebihan.
Yang jauh lebih penting adalah, menjaga pola hidup sehat dan mengurangi kebiasaan yang memang telah terbukti meningkatkan risiko penyakit kanker.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times