INDOZONE - Musim kemarau sudah di depan mata nih! Di balik cuacanya yang cerah untuk bepergian, ada ancaman kesehatan yang siap mengintai tubuh kita.
Mulai dari debu yang beterbangan, polusi udara yang memburuk, sampai susahnya akses air bersih bisa menjadi faktor utama yang bikin imunitas kita tiba-tiba drop.
Perubahan cuaca ekstrem ini sama sekali tidak boleh dianggap remeh. Setiap kali siklus kemarau datang, grafik penularan beberapa jenis penyakit tertentu selalu menunjukkan kenaikan yang signifikan.
Oleh karena itu, langkah pencegahan secara mandiri dari rumah menjadi kunci paling utama agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu karena jatuh sakit.
Baca juga: Perhatian! Peneliti Temukan Buah Ceri Mampu Turunkan Asam Urat
Yuk, simak lima penyakit yang paling rentan muncul selama musim kemarau beserta tips ampuh untuk menangkalnya:
1. Batuk dan Pilek Akibat Debu Kering
Debu kering dan polusi udara yang meningkat drastis saat kemarau adalah musuh utama saluran pernapasan kita. Jika abai menjaga kebersihan udara sekitar, kita akan sangat rentan terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Cara paling mudah untuk menangkalnya adalah dengan kembali disiplin mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta memastikan sistem sirkulasi udara di dalam rumah tetap bersih dan terjaga kelembapannya.
2. Bahaya Diare karena Krisis Air Bersih
Saat kemarau panjang, pasokan air bersih biasanya mulai menipis di beberapa wilayah. Kondisi ini sering kali memengaruhi tingkat higienitas makanan atau minuman yang dikonsumsi, sehingga bakteri pemicu diare menjadi jauh lebih mudah berkembang biak.
Baca juga: Bukan Cuma Daging! Studi Temukan Minuman Manis Bisa Picu Asam Urat pada Wanita
Solusinya, pastikan selalu membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun di air mengalir sebelum makan, dan pastikan air baku untuk minum selalu dimasak hingga benar-benar mendidih.
3. Dikira Aman dari DBD? Malah Kebalikannya!
Banyak orang keliru menganggap nyamuk Aedes aegypti cuma meneror saat musim hujan saja. Padahal, saat musim kemarau, bak penampungan air yang jarang dikuras justru menjadi tempat paling ideal bagi nyamuk untuk bertelur karena kondisi airnya yang tenang dan jarang berubah.
Untuk itu, jangan pernah mengendurkan gerakan 3M Plus, terutama dalam menguras wadah-wadah air di sekitar tempat tinggal secara rutin.
4. Kulit Kering dan Mata Merah
Kombinasi angin kencang penuh debu dan paparan sinar ultraviolet (UV) yang menyengat bisa langsung merusak lapisan luar tubuh. Dampaknya mulai dari kulit yang menjadi kering dan gatal, hingga risiko infeksi mata merah atau konjungtivitis.
Baca juga: Sering Nyeri Perut setelah Makan? Bisa Jadi Ciri Batu Empedu
Kamu sangat disarankan untuk selalu menggunakan pelindung seperti tabir surya (sunscreen) dan kacamata sebelum keluar rumah, serta hindari menyentuh area wajah dengan tangan yang belum dicuci.
5. Ancaman Dehidrasi dan Heatstroke
Suhu udara yang panas ekstrem memaksa tubuh kehilangan cairan jauh lebih cepat dari biasanya. Jika dehidrasi berat ini terus dibiarkan tanpa penanganan, tubuh bisa mengalami sengatan panas ekstrem atau heatstroke yang berpotensi fatal.
Pencegahan terbaiknya adalah dengan tidak menunggu rasa haus datang baru minum, melainkan rutin mengonsumsi air putih minimal dua liter per hari serta membatasi aktivitas fisik berat di bawah terik matahari langsung pada siang hari.
Nah, jangan lupa langsung diterapkan ya! Tetap jaga kesehatan dan kondisi tubuh selama musim kemarau ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rspp.co.id