INDOZONE.ID - Musim kemarau basah jadi tantangan buat ibu hamil. Imunitas bisa menurun dan kondisi kehamilan bisa terganggu.
Kemarau basah menjadi fenomena yang berlangsung di Indonesia pada 2025 ini, dan mengacu pada situs website resmi Kementerian Kesehatan disebutkan fenomena ini dapat berdampak meningkatkan masalah kesehatan karena risiko penularan penyakit akibat virus maupun bakteri.
Masalah kesehatan ini dapat terjadi karena selama kemarau basah berlangsung kondisi udara yang lebih lembap dibandingkan cuaca kemarau normal.
Di musim ini, pagi hingga siang hari cuaca sangat panas. Lalu di sore hingga malam hari bisa hujan terus-menerus. Cuaca jadi dingin dan ibu hamil rentan sakit.
Baca juga: Efek Positif Susu Ibu Hamil bagi Perkembangan Otak dan Fisik Janin
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr Dewi Ratih Hendarto Putri, SpOG, Subsp Obginsos, MSiMed, membagikan beberapa kiat bagi ibu hamil bisa menjaga kesehatan tetap prima menghadapi fenomena cuaca kemarau basah yang rentan menimbulkan penyakit.
Dokter yang juga tergabung dalam Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) itu menyebutkan mulai dari menjaga pola makan dan minum hingga membiasakan diri memakai masker saat berkegiatan di luar ruangan menjadi beberapa kiat yang bisa dijalankan.
"Pertama adalah mengonsumsi makanan seimbang sesuai prinsip my pregnancy plate, di mana 50 persen kecukupan dipenuhi dari sayur dan buah, 20 persen dari protein hewani dan nabati, dan 20 persen lainnya dari karbohidrat kompleks," kata Dokter Ratih dikutip ANTARA.
Ilustrasi Wanita Minum Air Putih (FREEPIK)
Pola makan ini juga harus diimbangi dengan hidrasi cairan yang cukup oleh ibu hamil dengan minimal asupan dalam sehari delapan gelas air sekitar 1,5 hingga 2 liter. Selain air, ibu hamil juga dapat menambah asupan cairan dengan konsumsi susu yang memiliki kandungan kalsium.
Agar lebih lengkap menjaga kesehatan di kondisi cuaca yang berubah drastis di kemarau basah, ibu hamil juga disarankan untuk memastikan aktivitas hariannya tidak terlalu menyebabkan kelelahan dan mengimbanginya dengan istirahat cukup.
"Jadi ibu hamil sebaiknya tidak terlalu lelah menjalankan aktivitas hariannya, tidak ada patokan seberapa melelahkan kegiatan atau kegiatan secukupnya itu. Ibu hamil sendiri yang harus mengukur kemampuannya untuk beraktivitas harian," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA