INDOZONE.ID - Banyak orang punya kebiasaan mengkretek atau membunyikan leher saat terasa pegal atau tegang.
Meski sering dianggap sepele, pengalaman yang dialami seorang wanita asal Amerika Serikat, KayLynne Felthager, ini jadi pengingat kalo kebiasaan tersebut bisa berujung ke kondisi serius.
KayLynne menceritakan bahwa semuanya bermula pada 4 Januari 2023. Saat sedang menyetir pulang dari Walmart, ia mulai merasakan sakit kepala.
Seperti biasanya, ia langsung meregangkan leher hingga terdengar suara bunyi "kretek" untuk meredakan rasa tidak nyaman.
"Itu memang sudah jadi kebiasaan saya. Kalau sakit kepala, saya langsung membunyikan leher," ujar KayLynne seperti dilansir People, Kamis (16/7/2026).
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menggunakan tangan untuk memaksa leher berbunyi. Ia hanya memiringkan kepala ke arah kanan hingga terdengar bunyi di sisi kiri leher.
Baca juga: Dokter Ungkap Cara Cepat Mengenali Gejala Stroke Sebelum Terlambat
Awalnya, KayLynne merasa lega. Namun, tak lama kemudian muncul rasa sakit yang sangat tajam di bagian leher. Berbeda dengan nyeri yang pernah ia rasakan sebelumnya, kali ini rasa sakitnya jauh lebih parah dan menetap.
Selama beberapa hari berikutnya, nyeri tidak kunjung hilang. Bahkan, ia kesulitan menggerakkan kepala dan hanya mengandalkan obat pereda nyeri yang dijual bebas agar tetap bisa beraktivitas.
Meski merasa ada yang tidak beres, KayLynne tetap menjalani aktivitas seperti biasa bersama keluarganya. Ia sama sekali tidak menyangka kondisi yang dialaminya merupakan tanda dari masalah kesehatan serius.
Penglihatan Mendadak Hilang
Lima hari kemudian, tepatnya pada 9 Januari 2023, gejala yang lebih mengkhawatirkan mulai muncul.
Saat sedang berdandan di dapur sebelum pergi berkencan dengan suaminya, tiba-tiba mata kanannya dipenuhi cahaya terang hingga ia kehilangan penglihatan.
"Saya hanya melihat cahaya yang sangat terang, lalu penglihatan di mata kanan hilang sama sekali," kenangnya.
Ia sempat mencoba berkedip berulang kali dan mencari informasi melalui internet mengenai apa yang terjadi. Namun, penglihatannya terlalu buram untuk membaca apa pun.
Sekitar 15 menit kemudian, penglihatannya kembali normal. KayLynne mengira dirinya hanya akan mengalami sakit kepala seperti biasanya.
Namun, ia tetap merasa ada sesuatu yang tidak beres dan sempat mengatakan kepada suaminya bahwa tubuhnya terasa aneh.
Tak lama setelah itu, sisi kanan tubuhnya mulai kesemutan hingga akhirnya mati rasa. Kondisi yang paling membuatnya panik terjadi ketika ia mencoba berbicara, tetapi kata-kata yang keluar justru terdengar seperti ocehan yang tidak jelas.
Melihat kondisi istrinya, sang suami langsung mengubah arah kendaraan menuju instalasi gawat darurat (IGD).
Didiagnosa Stroke Akibat Robekan Pembuluh Darah
Setibanya di rumah sakit, tim medis segera melakukan pemeriksaan darurat, termasuk CT scan dengan zat kontras.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter menjelaskan bahwa KayLynne mengalami artery dissection, yaitu robekan pada lapisan pembuluh darah arteri.
Kondisi tersebut memicu terbentuknya gumpalan darah yang kemudian mengalir ke otak dan menyebabkan stroke.
Beruntung, gumpalan darah itu larut dengan sendirinya sebelum dokter perlu melakukan tindakan lebih lanjut.
Karena tinggal di kota kecil di Colorado, KayLynne kemudian diterbangkan menggunakan helikopter ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke yang lebih lengkap.
Di sana, dokter menjelaskan bahwa robekan pembuluh darah seperti yang dialaminya memang bisa terjadi dalam beberapa kondisi, termasuk setelah manipulasi leher, seperti penyesuaian chiropractic maupun kebiasaan membunyikan leher.
Namun, ahli saraf yang menanganinya juga menyebut ada kemungkinan penyebab lain. Sebelum kejadian tersebut, KayLynne sempat mengalami flu perut disertai muntah hebat.
Menurut dokter, tekanan akibat muntah yang sangat kuat juga bisa memicu robekan pembuluh darah.
Baca juga: Waspada! Salah Pilih Waktu Olahraga di Musim Panas Bisa Picu Heat Stroke dan Bikin Tumbang
Pulih Total, tapi Trauma Masih Membekas
Selama masa pemulihan, KayLynne menjalani terapi dengan obat pengencer darah dosis tinggi, kemudian melanjutkan pengobatan menggunakan aspirin.
Ia juga rutin menjalani CT scan hingga dokter memastikan kondisi pembuluh darahnya sudah pulih sepenuhnya.
"Mungkin mulai sekarang jangan lagi membunyikan leher," pesan dokter ke KayLynne.
KayLynne mengaku langsung setuju dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.
Kini, hampir tiga tahun setelah kejadian tersebut, kondisi fisiknya sudah kembali normal. Ia bahkan telah dikaruniai seorang anak lagi. Meski begitu, pengalaman tersebut membuatnya menjadi lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya.
Ia mengaku masih sering merasa cemas ketika mengalami gangguan penglihatan atau merasakan gejala yang tidak biasa. Rasa khawatir itu juga terkadang muncul saat memikirkan kesehatan suami dan anak-anaknya.
Pengalaman tersebut kemudian ia bagikan melalui TikTok. Awalnya, video itu hanya dibuat sebagai unggahan biasa untuk mengisi konten. Namun di luar dugaan, videonya menjadi viral dan ditonton jutaan orang.
Menurut KayLynne, tujuan utamanya bukan untuk menakut-nakuti siapa pun.
"Saya tidak ingin membuat orang panik. Saya hanya membagikan apa yang benar-benar terjadi pada saya," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: People