INDOZONE.ID - Nyeri sendi merupakan keluhan yang bisa dialami siapa saja, baik usia muda maupun lanjut usia.
Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri, kaku, atau tidak nyaman pada area persendian sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penting untuk mengetahui penyebabnya agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi yang dialami.
Baca juga: 6 Manfaat Ikan Manyung untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Penyebab Nyeri Sendi
Beberapa kondisi berikut menjadi penyebab nyeri sendi yang paling sering terjadi.
1. Radang Sendi (Arthritis)
Kondisi ini dapat berupa osteoartritis, rheumatoid arthritis (RA), encok, maupun radang sendi akibat infeksi. Gejalanya biasanya berupa nyeri, bengkak, hingga sendi terasa kaku.
2. Cedera Pada Sendi
Benturan, keseleo, atau penggunaan sendi secara berlebihan dapat memicu nyeri. Cedera ligamen, seperti ACL pada lutut, juga sering dialami oleh orang yang aktif berolahraga.
3. Infeksi Virus
Beberapa infeksi virus, seperti hepatitis C, demam berdarah dengue, chikungunya, hingga rubella, dapat menyebabkan nyeri pada beberapa sendi atau bahkan seluruh tubuh.
Baca juga: 7 Manfaat Gambir untuk Kesehatan yang Sayang untuk Dilewatkan
4. Penyakit Lupus
Lupus merupakan penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat. Salah satu gejala awal yang sering muncul adalah nyeri pada otot dan persendian.
5. Trigger Finger
Peradangan pada tendon jari dapat menyebabkan trigger finger, yaitu kondisi ketika jari terasa kaku, terkunci saat ditekuk, dan sulit diluruskan kembali. Nyeri biasanya muncul pada ibu jari, jari telunjuk, atau jari tengah.
6. Faktor Lainnya
Selain penyakit tertentu, nyeri sendi juga dapat dipicu oleh aktivitas fisik yang terlalu berat, sendi yang jarang digerakkan, hingga keseleo.
Baca juga: Sariawan Bikin Susah Makan? Begini Cara Mengobatinya
Cara Mengatasi Nyeri Sendi
Beberapa cara yang umumnya dilakukan untuk mengatasi nyeri sendi meliputi:
- Terapkan metode PRICE (Protection, Relative Rest, Ice, Compression, Elevation) pada fase awal cedera untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan
- Gunakan alat bantu seperti brace, tongkat, atau alas kaki khusus bila diperlukan untuk mengurangi beban pada sendi
- Lakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki, berenang, atau latihan aerobik sesuai anjuran dokter agar kekuatan dan fungsi sendi tetap terjaga
- Jaga berat badan ideal dan terapkan pola hidup sehat untuk mengurangi tekanan pada persendian
- Gunakan obat antiradang, salep, atau gel pereda nyeri sesuai petunjuk dokter apabila nyeri disebabkan oleh peradangan
- Pertimbangkan tindakan operasi, seperti artroskopi atau penggantian sendi, jika nyeri berlangsung lama dan tidak membaik dengan obat maupun terapi
Baca juga: Cara Mengatasi Insomnia Secara Alami, Dijamin Tidur Lebih Nyenyak!
Apabila nyeri sendi disertai pembengkakan, kemerahan, demam, atau membuat sendi sulit digerakkan, segera periksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mitra Keluarga