Selasa, 21 JULI 2026 • 15:40 WIB

IU Tunda Konser dan Album Baru karena Patulous Eustachian Tube, Kenali Gejalanya!

Author

IU alami patulous eustachian tube (Instagram/dlwlrma)

INDOZONE.ID - Penyanyi sekaligus aktris Korea Selatan, IU, mengumumkan bahwa ia terpaksa membatalkan konser yang dijadwalkan September mendatang di Goyang.

Tak hanya itu, pemilik nama asli Lee Ji-eun itu juga menunda perilisan album studio terbarunya karena mengalami masalah kesehatan.

Melalui unggahan di platform penggemarnya, Berriz, IU mengungkapkan bahwa kondisi patulous Eustachian tube atau gangguan pada tuba Eustachius yang telah lama dideritanya kini semakin memburuk.

Ia mengatakan keputusan untuk menghentikan sementara aktiviasnya diambil setelah berkonsultasi dengan tim medis. 

"Gejala kronis patulous Eustachian tube yang saya alami semakin memburuk. Saya rasa selama beberapa tahun terakhir saya terlalu memaksakan diri karena terlalu bersemangat dengan pekerjaan dan kurang memikirkan kesehatan," tulis IU seperti dilansir The Korea Times, Selasa (21/7/2026).

Baca juga: Akupunktur Telinga untuk Migrain, Seberapa Efektif? Begini Hasil Uji Klinisnya

IU juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemarnya karena belum bisa memenuhi janji untuk menggelar konser. 

Ia menjelaskan bahwa perilisan album keenamnya juga harus ditunda karena proses promosi biasanya melibatkan konser dan tur. 

Meski demikian, penyanyi 33 tahun itu berjanji akan fokus menjalani pengobatan agar bisa segera kembali tampil di hadapan penggemarnya. 

Apa Itu Patulous Eustachian Tube?

Patulous Eustachian Tube (lmhofmeyr.co.za)

Patulous Eustachian tube merupakan salah satu bentuk disfungsi tuba Eustachius (Eustachian Tube Dysfunction/ETD). Tuba Eustachius sendiri adalah saluran kecil yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung dan tenggorokan.

Menurut Cleveland Clinic dan Johns Hopkins Medicine, saluran ini berfungsi untuk menyamakan tekanan udara di telinga, mengalirkan cairan dari telinga tengah, serta melindungi telinga dari bakteri maupun kotoran.

Pada kondisi normal, tuba Eustachius akan tertutup dan hanya terbuka sesaat saat seseorang menelan, menguap, atau mengunyah.

Namun pada patulous Eustachian tube, saluran tersebut justru tetap terbuka sepanjang waktu. Kondisi inilah yang menyebabkan berbagai keluhan pada pendengaran.

Gejala Patulous Eustachian Tube

Gejala yang paling khas dari patulous Eustachian tube adalah autophony, yaitu kondisi ketika seseorang mendengar suara napas, detak jantung, atau suaranya sendiri terdengar sangat keras dari dalam telinga.

Baca juga: Olivia Rodrigo Ngaku Tuli di Telinga Kiri 60 Persen, Apa Penyebabnya?

Selain itu, penderita juga dapat mengalami:

  • Telinga terasa penuh atau tersumbat.
  • Mendengar suara napas sendiri dengan sangat jelas.
  • Pendengaran terasa berubah-ubah.
  • Rasa tidak nyaman di telinga yang bisa memburuk saat berolahraga atau setelah berat badan turun drastis.

Pada sebagian orang, gejalanya bisa datang dan pergi. Namun jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.

Apa Penyebabnya?

Hingga kini, penyebab pasti patulous Eustachian tube belum sepenuhnya diketahui. Namun sejumlah faktor diduga dapat meningkatkan risikonya, antara lain:

  • Penurunan berat badan yang drastis.
  • Kehamilan.
  • Dehidrasi.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti dekongestan.
  • Gangguan hormon.
  • Aktivitas fisik berat yang dilakukan terus-menerus.

Meski begitu, beberapa kasus juga dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Baca juga: Headphone Kabel Banyak Digemari Lagi, Apakah Memang Lebih Sehat untuk Telinga?

Bisakah Diobati?

Pengobatan patulous Eustachian tube bergantung pada tingkat keparahan gejalanya.

Pada kasus ringan, dokter biasanya menyarankan pasien untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, menghindari obat yang dapat memperparah kondisi, atau melakukan perubahan gaya hidup.

Sementara pada kasus yang lebih berat, dokter dapat memberikan terapi khusus, obat-obatan, hingga tindakan medis atau operasi apabila diperlukan.

Karena gejalanya bisa menyerupai gangguan telinga lainnya, seseorang yang sering mengalami telinga terasa penuh, mendengar suara napas sendiri, atau mengalami perubahan pendengaran sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis THT agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Korea Times, Cleveland Clinic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU