Rabu, 22 JULI 2026 • 15:05 WIB

Waspadai Gejala GERD pada Anak yang Sering Luput dari Perhatian Orangtua

Author

Ilustrasi gejala gerd pada anak. (Freepik)

INDOZONE.ID - GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease tak hanya dialami orang dewasa. GERD juga cukup sering dialami anak-anak, tetapi kerap luput dari perhatian orang tua.

Dokter Spesialis Anak Eka Hospital MT Haryono Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A(K) menjelaskan bahwa GERD pada anak bukan disebabkan oleh produksi asam lambung yang berlebihan. 

Kondisi ini terjadi karena katup atau otot di antara kerongkongan dan lambung yang seharusnya tertutup dengan baik justru terbuka.

“GERD bukan kelainan asam lambung berlebihan tapi katup otot yang gak terbuka, jadi anak-anak sekarang asam lambungnya lebih naik ke atas dan menyebabkan nyeri," papar dr. Eva kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, baru-baru ini. 

Baca juga: 7 Manfaat Lobster untuk Kesehatan Tubuh, Kaya Nutrisi

Penyebab GERD pada Anak

Penyebab GERD pada anak dipengaruhi karena pola hidup sekarang. Banyak anak yang langsung berlari, bermain, atau berolahraga setelah makan karena waktu istirahat yang terbatas.

"Sekarang waktu sekolah sempit, misal habis makan harusnya anak diam dulu, tapi baru berapa menit dia langsung jalan, lari-lari dan jadi gampang muntah, dan itu ternyata yang bikin GERD," ujarnya.

Selain itu, orangtua juga sering tidak menyadari perubahan fisik anak yang tumbuh dengan cepat. Celana atau pakaian yang terlalu sempit, ternyata juga bisa bikin GERD, karena menekan area perut dan memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Baca juga: Memahami Arti Lendir Ingus Kuning saat Sakit dan Kapan Harus Waspada

Gejala GERD pada Anak Kerap Diabaikan

Dokter Eva mengatakan, gejala GERD pada anak tidak selalu berupa sakit perut atau muntah. Dalam beberapa kasus, anak justru mengeluhkan sakit dada hingga sesak napas, yang sering disalahartikan sebagai gangguan jantung atau penyakit paru,bahkan oleh dokter sekalipun. 

"Ada anak yang datang dengan keluhan sakit dada, lalu dibawa ke IGD karena dikira masalah jantung. Setelah diperiksa ternyata bukan jantung, melainkan GERD," katanya.

Bukan cuma itu, GERD juga bisa bikin anak batuk dan pilek berbulan-bulan. Bahkan, para beberapa anak bisa mengalami gangguan pernapasan yang khas karena GERD.

"Kadang ada anak yang sudah setahun mengalami batuk pilek berulang. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata masalahnya bukan di paru-paru, tetapi di lambung," tambahnya.

Baca juga: Tak Perlu Obat Nyamuk, Begini Cara Mengusir Nyamuk Secara Alami

Jangan Abaikan Anak yang Sulit Naik Berat Badan

Dokter Eva berpesan bahwa orangtua perlu waspada jika anak sulit mengalami kenaikan berat badan. Terutama di saat nafsu makannya baik-baik saja.

Menurutnya, kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan kurang makan, tetapi bisa disebabkan oleh gangguan penyerapan nutrisi atau masalah saluran cerna lainnya.

Salah satunya adalah intoleransi laktosa, yaitu kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa yang terdapat dalam susu dan produk turunannya.

"Kadang ada anak yang makannya banyak tetapi berat badannya tidak naik-naik. Ini perlu dicari penyebabnya karena bisa terkait gangguan penyerapan nutrisi atau intoleransi laktosa," jelasnya.

Baca juga: 6 Manfaat Udang untuk Anak yang Perlu Orang Tua Tahu

Cara Mencegah GERD pada Anak

Untuk mencegah GERD, dr. Eva meminta orangtua untuk memantau kembali kebiasaan anaknya. Biasakan anak-anak beristirahat terlebih dahulu, terutama setelah makan. 

"Berikan jeda sekitar 30 menit setelah makan sebelum anak kembali beraktivitas. Pola makan yang teratur, istirahat yang cukup, serta mengurangi konsumsi makanan cepat saji juga penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna anak," tuturnya.

Ia menambahkan, GERD pada anak bisa ditangani dengan baik saat penyebabnya diketahui sejak dini. Karena itu, orangtua harus lebih peka terhadap keluhan yang muncul, seperti anak sering muntah, mual, mengeluhkan nyeri dada, atau mengalami gangguan pernapasan yang berulang.

"GERD bukan kelainan lambung dan asam lambung pada anak bisa diobati dengan menguatkan otot lambung dan sembuh dengan obat, asal dilakukan secara teratur agar tidak terjadi berkepanjangan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU