Kamis, 23 JULI 2026 • 17:15 WIB

Fungsi Usus Besar dan Cara Kerjanya dalam Sistem Pencernaan

Author

Fungsi Usus Besar dan Cara Kerjanya dalam Sistem Pencernaan (freepik)

INDOZONE.ID - Usus besar adalah bagian penting dalam sistem pencernaan manusia. Organ ini berfungsi menyerap air dari sisa makanan, membentuk feses, dan membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam tubuh.

Setelah makanan dicerna di usus halus, sisa makanan akan masuk ke usus besar untuk diproses lebih lanjut. Di sinilah air diserap dan sisa makanan diubah menjadi feses sebelum dikeluarkan dari tubuh.

Lalu, apa saja fungsi usus besar dan bagaimana cara kerjanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Usus Besar

Usus besar adalah bagian akhir dari sistem pencernaan manusia yang berada setelah usus halus.

Organ ini berfungsi mengolah sisa makanan dengan menyerap air dan membentuk feses sebelum dikeluarkan dari tubuh.

Usus besar memiliki panjang sekitar 1,5 meter dan terdiri dari beberapa bagian, seperti sekum, kolon, rektum, dan anus.

Organ ini berperan menyerap air, menjaga keseimbangan cairan, serta menjadi tempat hidup bakteri baik.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Rokok Sebatang Tetap Bisa Picu Penyakit Jantung

Bagian-bagian Usus Besar

Usus besar terbagi menjadi beberapa segmen utama yang masing-masing memiliki peran spesifik:

1. Sekum (Cecum)

Sekum adalah bagian pertama usus besar yang menerima sisa makanan dari usus halus. Di bagian ini terdapat usus buntu (apendiks), yaitu organ kecil yang dipercaya membantu menjaga daya tahan tubuh.

2. Kolon Naik (Ascending Colon)

Kolon naik berada di sisi kanan perut. Tugasnya adalah menyerap air dan mineral dari sisa makanan sambil mendorongnya ke bagian usus berikutnya.

3. Kolon Datar (Transverse Colon)

Kolon datar membentang dari sisi kanan ke kiri perut. Di bagian ini, penyerapan air masih terus berlangsung.

Selain itu, bakteri baik di usus juga membantu menguraikan sisa makanan.

4. Kolon Turun (Descending Colon)

Kolon turun terletak di sisi kiri perut. Bagian ini bertugas membawa sisa makanan yang mulai mengeras menuju kolon sigmoid sebelum akhirnya disimpan di rektum.

5. Kolon Sigmoid (Sigmoid Colon)

Kolon sigmoid berbentuk menyerupai huruf "S" dan menghubungkan kolon turun dengan rektum.

Fungsinya adalah menyimpan sementara feses serta mendorongnya ke rektum. 

6. Rektum dan Anus

Rektum adalah tempat penyimpanan sementara feses sebelum dikeluarkan. Saat rektum sudah penuh, tubuh akan memberi sinyal ingin buang air besar.

Setelah itu, feses keluar melalui anus sebagai tahap akhir proses pencernaan.

Fungsi Utama Usus Besar

Usus besar memiliki peran penting dalam proses pencernaan. Berikut ini fungsi utamanya:

1. Menyerap Air dan Mineral

Usus besar menyerap sisa air dan mineral dari makanan yang sudah dicerna. Dengan begitu, tubuh tidak kekurangan cairan, sementara sisa makanan menjadi lebih padat dan siap dibuang.

2. Membentuk Feses

Setelah air diserap, sisa makanan yang tidak dibutuhkan tubuh akan berubah menjadi feses.

Proses ini membuat feses memiliki bentuk yang lebih padat sehingga mudah dikeluarkan saat buang air besar.

3. Membantu Bakteri Baik Mengolah Sisa Makanan

Di dalam usus besar terdapat banyak bakteri baik yang membantu menguraikan sisa makanan, terutama serat.

Bakteri ini juga menghasilkan vitamin K dan beberapa vitamin B yang bermanfaat bagi tubuh.

4. Menyimpan Feses Sementara

Feses yang sudah terbentuk akan disimpan sementara di rektum. Saat rektum sudah penuh, tubuh akan memberikan sinyal, sudah waktunya buang air besar (BAB).

5. Mengeluarkan Sisa Makanan dari Tubuh

Fungsi terakhir usus besar adalah membantu mengeluarkan feses melalui anus. Proses ini penting untuk membuang sisa makanan dan zat yang tidak lagi dibutuhkan tubuh agar tidak menumpuk di dalam usus.

Baca juga: Pentingnya Aktif Bergerak dan Olahraga bagi Kesehatan Jantung Kamu

Cara Kerja Usus Besar dalam Sistem Pencernaan

Proses pengolahan sisa makanan di dalam usus besar memakan waktu cukup lama, biasanya antara 12 hingga 48 jam. Berikut ini alur kerjanya:

1. Penerimaan Sisa Makanan

Sisa makanan cair (chyme) yang tidak terserap di usus halus terdorong melewati katup ileosekal dan masuk ke kantung pertama usus besar yang disebut sekum.

2. Mendorong Sisa Makanan dan Menyerap Air

Dinding usus besar bergerak perlahan untuk mendorong sisa makanan ke bagian akhir usus. Gerakan ini disebut gerak peristaltik dan membantu proses pencernaan tetap berjalan lancar.

Pada saat yang sama, usus besar menyerap kembali air dan mineral yang masih tersisa. Karena air berkurang, sisa makanan menjadi lebih padat dan mulai berubah menjadi feses.

3. Bakteri Baik Membantu Proses Pencernaan

Usus besar dipenuhi bakteri baik yang membantu menguraikan sisa makanan, terutama serat yang tidak bisa dicerna tubuh. Bakteri ini juga menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Selain membantu pencernaan, bakteri baik menghasilkan vitamin K dan beberapa vitamin B yang bermanfaat bagi tubuh.

Saat bekerja, bakteri juga menghasilkan gas yang dikeluarkan saat buang angin.

4. Penyimpanan dan Sinyal Buang Air Besar

Setelah feses terbentuk, usus besar akan mendorongnya ke kolon sigmoid lalu menyimpannya sementara di rektum.

Saat rektum sudah penuh, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak sehingga muncul rasa ingin buang air besar (BAB). 

5. Feses Dikeluarkan Melalui Anus

Ketika rektum sudah penuh, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak sehingga muncul rasa ingin buang air besar (BAB).

Setelah itu, feses dikeluarkan melalui anus sebagai tahap akhir.

Cara Menjaga Kesehatan Usus Besar

Agar usus besar tetap berfungsi dengan baik, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah, sayur, dan biji-bijian.
  • Minum air putih yang cukup setiap hari.
  • Rutin berolahraga untuk melancarkan pencernaan.
  • Batasi makanan tinggi lemak dan makanan olahan.
  • Konsumsi makanan yang mengandung probiotik, seperti yogurt atau tempe.
  • Hindari kebiasaan menahan buang air besar terlalu lama.
  • Terapkan pola hidup sehat dan istirahat yang cukup.

Baca juga: Mengenal Faktor Risiko dan Dampak Buruk Penggunaan Rokok Elektrik Bagi Kesehatan Tubuh

Dengan menerapkan pola makan sehat dan gaya hidup yang baik, fungsi usus besar dapat tetap optimal sehingga sistem pencernaan bekerja dengan lancar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: My.clevelandclinic.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU