INDOZONE.ID – Terbiasa tidur larut malam yang menyebabkan kamu jadi kurang tidur, ternyata gak cuma bikin tubuh terasa lelah keesokan harinya.
Sebuah penelitian dari Mayo Clinic mengungkapkan, kurang tidur dapat meningkatkan tekanan darah pada malam hari. Kondisi itu diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung.
Hasil penelitian tersebut dipresentasikan dalam Sesi Ilmiah Tahunan American College of Cardiology ke-64, di San Diego, Amerika Serikat.
Kurang Tidur Jadi Ancaman bagi Kesehatan
Menurut Centers for Disease Control and prevention (CDC) yang dikutip dari Medical News Today, kurang tidur telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Amerika Serikat.
Kurang tidur tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, maupun kesalahan medis.
Baca juga: Sering Kurang Tidur? Ini Dampak dan 6 Cara Ampuh Tingkatkan Kualitas Istirahat
Tapi, juga berkaitan dengan berbagai penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, obesitas, depresi, kanker, hingga peningkatan risiko kematian dini.
Kondisi ini juga dapat menurunkan kualitas hidup dan produktivitas seseorang.
Tekanan Darah Malam Hari Meningkat Saat Kurang Tidur
Dalam penelitian ini, tim dari Mayo Clinic melibatkan delapan orang dewasa sehat dengan berat badan normal berusia 19 hingga 36 tahun. Seluruh peserta menjalani penelitian selama 16 hari di bawah pengawasan ketat.
Empat hari pertama digunakan sebagai masa adaptasi. Setelah itu, peserta menjalani dua kondisi berbeda, yaitu tidur normal selama sembilan jam setiap malam, atau pembatasan tidur hanya empat jam setiap malam selama sembilan hari.
Selanjutnya, peserta memasuki masa pemulihan selama tiga hari. Sepanjang penelitian, tekanan darah para peserta dipantau secara berkala.
Hasilnya menunjukkan, rata-rata tekanan darah pada malam hari meningkat selama fase kurang tidur dibandingkan saat tidur normal, yakni 115/64 mmHg dibandingkan 105/57 mmHg.
Dalam kondisi normal, tekanan darah seseorang seharusnya menurun ketika tidur malam, sebagai bagian dari proses pemulihan alami tubuh.
Namun, peneliti menemukan, penurunan alami tersebut tidak terjadi ketika peserta mengalami kekurangan tidur.
Selain itu, denyut jantung peserta juga tercatat lebih tinggi selama periode kurang tidur, dibandingkan saat mereka mendapatkan waktu tidur yang cukup.
Mengapa Temuan Ini Penting?
Penulis utama penelitian, Dr. Naima Covassin, peneliti di Departemen Penyakit Kardiovaskular Mayo Clinic, mengatakan, tekanan darah tinggi, terutama pada malam hari, merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
Menurutnya, penelitian ini menjadi salah satu bukti pertama yang menunjukkan, kurang tidur secara langsung dapat meningkatkan tekanan darah pada malam hari, sekaligus mengurangi penurunan tekanan darah yang normal terjadi saat tidur.
Temuan ini dinilai penting, karena banyak orang mengalami kurang tidur akibat tuntutan pekerjaan, gaya hidup, maupun kebiasaan menggunakan perangkat elektronik hingga larut malam.
Baca juga: Awas! Kurang Tidur Ganggu Sistem Pembersih Otak: Bisa Picu Racun Penyebab Demensia ‘Numpuk’
Mengapa Tidur yang Cukup Penting?
Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses pemulihan, termasuk mengistirahatkan sistem kardiovaskular. Pada kondisi normal, tekanan darah akan turun sekitar 10–20 persen dibandingkan saat terjaga.
Fenomena ini dikenal sebagai nocturnal blood pressure dipping.
Apabila tekanan darah tetap tinggi sepanjang malam, jantung dan pembuluh darah harus bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, gagal jantung, hingga stroke.
Tips Dapatkan Tidur Berkualitas
Agar kualitas tidur tetap terjaga, National Sleep Foundation merekomendasikan beberapa langkah sederhana berikut:
- Redupkan lampu sekitar satu jam sebelum tidur agar tubuh mengenali waktu istirahat.
- Ciptakan suasana kamar yang tenang, nyaman, dan bebas dari barang-barang yang berantakan.
- Jaga suhu kamar tetap sejuk, idealnya sekitar 16–19 derajat Celsius.
- Gunakan kasur dan bantal yang nyaman sesuai kebutuhan.
- Kurangi kebisingan di sekitar kamar tidur.
- Hindari penggunaan ponsel, tablet, atau perangkat elektronik sebelum dan selama tidur karena cahaya layar dapat mengganggu ritme alami tidur.
- Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
- Hindari makan dalam porsi besar, konsumsi kafein, alkohol, maupun nikotin menjelang waktu tidur.
Gangguan Tidur Lain Juga Berbahaya
Selain kurang tidur, gangguan tidur seperti sleep apnea juga diketahui dapat meningkatkan risiko kesehatan.
Penelitian lain yang dilaporkan Medical News Today menunjukkan, penderita sleep apnea memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecelakaan lalu lintas akibat mengantuk saat berkendara.
Meski demikian, risiko tersebut dapat berkurang secara signifikan apabila penderita menjalani terapi Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) secara tepat.
Oleh karena itu, menjaga durasi dan kualitas tidur setiap malam, merupakan salah satu langkah sederhana namun penting, untuk melindungi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Semakin baik kualitas tidur, semakin besar pula manfaatnya bagi kesehatan jantung, metabolisme, dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today