Masih Sering Santap Frozen Food? Ini Peringkat Makanan Beku dari yang Terburuk hingga Terbaik Menurut Dokter
INDOZONE.ID - Makanan beku atau frozen food, menjadi pilihan praktis bagi banyak orang, lantaran mudah disimpan dan cepat disajikan. Namun, apakah semua makanan beku aman dikonsumsi setiap hari?
Menurut dokter spesialis onkologi dan ahli bedah kanker, Arrjun Sankaran, jawabannya adalah tidak.
Ia mengingatkan, beberapa jenis makanan beku, terutama yang termasuk makanan ultra-proses, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila dikonsumsi terlalu sering.
Lewat video yang diunggah ke akun Instagram pribadinya, Sankaran membagikan penilaiannya terhadap sejumlah makanan beku populer, berdasarkan kandungan gizi dan potensi risikonya bagi kesehatan.
Baca juga: 7 Frozen Food yang Lebih Sehat Dimakan, Stop Beli Nugget dan Sosis!
Tidak Semua Frozen Food Sama
Dikutip dari Hindustan Times, Sankaran menjelaskan, istilah frozen food sering kali disalahartikan. Menurutnya, yang perlu diperhatikan bukan hanya proses pembekuannya, melainkan jenis makanan yang dibekukan.
Ia menyoroti, produk seperti daging olahan, makanan yang telah digoreng sebelum dibekukan (pre-fried), hingga makanan siap saji beku, umumnya mengandung kadar garam tinggi, pengawet, tepung olahan, serta bahan tambahan yang dapat berdampak buruk jika dikonsumsi secara rutin.
Sebaliknya, buah dan sayuran beku justru dinilai sebagai pilihan yang lebih sehat. Sebab, masih mampu mempertahankan sebagian besar kandungan nutrisinya, terutama ketika produk segar sulit diperoleh.
Peringkat Frozen Food dari yang Paling Tidak Sehat hingga Terbaik
Berikut ini, penilaian Arrjun Sankaran terhadap beberapa jenis makanan beku yang umum ditemukan di pasaran.
1. Sosis Beku — 2/10
Sosis beku menjadi makanan dengan nilai terendah. Menurut Sankaran, produk ini termasuk daging olahan yang telah diklasifikasikan sebagai karsinogen Kelompok 1 oleh International Agency for Research on Cancer (IARC), lembaga di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Artinya, terdapat bukti kuat bahwa konsumsi daging olahan dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker kolorektal.
2. Kentang Goreng Beku — 2,5/10
Kentang goreng beku umumnya telah digoreng sebagian di pabrik sebelum dibekukan.
Jika ingin mengonsumsinya, Sankaran menyarankan untuk memasaknya menggunakan air fryer, dibandingkan menggorengnya kembali dengan minyak banyak.
Menggoreng ulang dalam minyak panas, berpotensi meningkatkan pembentukan akrilamida, yaitu senyawa yang diklasifikasikan sebagai karsinogen Kelompok 2A, atau diduga bersifat karsinogenik pada manusia.
3. Nugget Beku — 3/10
Nugget beku juga mendapat penilaian rendah, lantaran umumnya dilapisi tepung olahan (refined flour), mengandung kadar garam tinggi, serta termasuk kategori makanan ultra-proses.
Sankaran menyarankan, agar makanan ini hanya dikonsumsi sesekali, bukan menjadi menu harian.
4. Makanan Siap Saji Beku — 3,5/10
Produk seperti kari instan beku atau makanan siap panaskan (heat-and-eat meals) dinilai kurang ideal untuk dikonsumsi setiap hari.
Menurut Sankaran, daya simpannya yang panjang berasal dari penggunaan bahan pengawet seperti tert-Butylhydroquinone (PBHQ).
Ia mengutip penelitian dari Environmental Working Group (EWG) yang menunjukkan, paparan PBHQ diduga dapat memengaruhi fungsi sel-sel sistem imun. Selain itu, produk ini juga cenderung mengandung natrium dalam jumlah tinggi.
Baca juga: Awas! Keseringan Konsumsi Makanan Ultra Proses, Bisa Ganggu Perkembangan Otak dan Rahang Anak
5. Paratha Beku atau Dasar Pizza Beku — 4/10
Paratha beku maupun kulit pizza siap pakai, masih memperoleh nilai rendah karena umumnya dibuat menggunakan tepung terigu olahan (maida), emulsifier, dan bahan pengawet.
Makanan ini juga memiliki beban glikemik (glycemic load) yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat setelah dikonsumsi.
6. Kacang Polong dan Sayuran Beku — 8/10
Berbeda dengan makanan olahan, sayuran beku justru memperoleh nilai tinggi.
Sankaran mengatakan, meskipun sayuran segar tetap menjadi pilihan terbaik, sayuran beku merupakan alternatif yang sangat baik, ketika produk segar tidak tersedia.
Proses pembekuan umumnya dilakukan segera setelah panen, sehingga sebagian besar vitamin dan mineral tetap terjaga.
7. Buah Beri dan Buah Beku — 8,5/10
Buah-buahan beku, terutama aneka buah beri, menjadi produk dengan nilai tertinggi dalam daftar ini.
Menurut Sankaran, buah segar memang lebih disarankan. Namun, buah beku tetap merupakan pilihan yang aman dan bergizi, karena kandungan nutrisinya relatif tetap terjaga selama proses pembekuan.
Kenapa Makanan Beku Olahan Perlu Dibatasi?
Banyak makanan beku olahan mengandung kombinasi garam, gula, lemak, bahan pengawet, serta tepung olahan dalam jumlah tinggi.
Pola konsumsi makanan ultra-proses secara berlebihan, telah dikaitkan dalam berbagai penelitian, dengan peningkatan risiko obesitas, hipertensi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar makanan beku olahan dikonsumsi sesekali saja. Sementara kebutuhan gizi harian, lebih banyak dipenuhi dari makanan segar atau makanan yang hanya sedikit tahapan prosesnya.
Sehingga, dengan memilih jenis makanan beku yang tepat dan tetap mengutamakan pola makan seimbang, masyarakat tetap dapat menikmati kepraktisan tanpa mengorbankan kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times