Jumat, 24 JULI 2026 • 17:00 WIB

Kocak tapi Relate! Situs Kesehatan di Dubai Pakai Wajah Haaland untuk Jelaskan Siklus Menstruasi

Author

Situs kesehatan Dubai gunakan wajah Erling Haaland gambarkan ekspresi fase menstruasi wanita (Instagram/hiyahealthcare)

INDOZONE.ID - Membahas siklus menstruasi sering terasa rumit, terutama bagi orang yang belum memahami bagaimana perubahan hormon memengaruhi tubuh dan emosi perempuan. 

Namun, sebuah situs kesehatan asal Dubai berhasil menarik perhatian warganet dengan cara yang unik sekaligus menghibur.

Hiya Healthcare, platform kesehatan yang berfokus pada edukasi kesehatan perempuan, viral di media sosial setelah menggunakan berbagai ekspresi wajah pesepak bola Erling Haaland untuk menjelaskan empat fase utama siklus menstruasi.

Alih-alih menggunakan ilustrasi medis yang rumit, Hiya Healthcare memanfaatkan meme dan ekspresi wajah Haaland yang sudah populer di internet. Hasilnya, konten tersebut lebih mudah dipahami sekaligus mengundang senyum banyak orang.

Baca juga: Menstruasi Cuma 2 Hari, Normal atau Perlu Diwaspadai?

Edukasi Menstruasi dengan Cara yang Lebih Relate

Dalam kampanye tersebut, setiap ekspresi Haaland mewakili perubahan hormon yang terjadi selama satu siklus menstruasi. Misalnya: 

  • Wajah yang terlihat lesu menggambarkan fase menstruasi ketika tubuh kehilangan darah dan sebagian perempuan mengalami kram.
  • Senyum ceria digunakan untuk menunjukkan fase folikular saat energi mulai meningkat.
  • Ekspresi percaya diri menggambarkan masa ovulasi.
  • Wajah lapar atau sedang berpikir keras digunakan untuk menjelaskan fase luteal yang identik dengan perubahan suasana hati dan meningkatnya nafsu makan.

Menurut Hiya Healthcare, konsep ini dibuat agar pria maupun perempuan lebih mudah memahami bagaimana hormon dapat memengaruhi kondisi fisik dan emosional wanita setiap bulannya.

Memahami 4 Fase Siklus Menstruasi

Secara medis, siklus menstruasi terdiri dari empat fase utama yang dikendalikan oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron.

1. Fase Menstruasi

Fase ini dimulai pada hari pertama haid. Lapisan dinding rahim luruh sehingga terjadi perdarahan menstruasi. Selama fase ini, sebagian perempuan dapat mengalami kram perut, tubuh terasa lemas, mudah lelah, hingga perubahan suasana hati akibat kadar hormon estrogen dan progesteron yang sedang rendah.

2. Fase Folikular

Setelah menstruasi selesai, tubuh mulai meningkatkan produksi hormon estrogen. Menurut Cleveland Clinic, peningkatan estrogen membantu mempersiapkan sel telur baru sekaligus membuat banyak perempuan merasa lebih berenergi, lebih fokus, dan suasana hati menjadi lebih baik.Inilah alasan Hiya Healthcare menggambarkan fase ini dengan ekspresi Haaland yang tersenyum ceria.

3. Fase Ovulasi

Ovulasi biasanya terjadi di pertengahan siklus menstruasi. Pada fase ini, sel telur matang dilepaskan dari ovarium sehingga peluang terjadinya kehamilan berada pada titik tertinggi. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sebagian perempuan juga merasa lebih percaya diri, lebih aktif, bahkan mengalami peningkatan gairah seksual karena pengaruh hormon estrogen yang mencapai puncaknya.

4. Fase Luteal

Setelah ovulasi, tubuh mulai memproduksi lebih banyak hormon progesteron. Jika tidak terjadi kehamilan, kadar hormon akan kembali menurun menjelang menstruasi berikutnya. Penurunan hormon inilah yang sering memicu gejala Premenstrual Syndrome (PMS), seperti mudah lapar, mudah marah, lebih sensitif, sulit berkonsentrasi, hingga overthinking. Ekspresi Haaland yang terlihat sangat lapar dan kebingungan pun dipilih untuk menggambarkan fase ini.

View this post on Instagram

A post shared by Hiya Healthcare (@hiyahealthcare)

Kenapa Edukasi dengan Meme Lebih Mudah Dipahami?

Banyak ahli komunikasi kesehatan menilai penggunaan ilustrasi sederhana, humor, dan budaya populer dapat membantu masyarakat lebih mudah memahami informasi medis.

Menurut World Health Organization (WHO), komunikasi kesehatan yang efektif sebaiknya menggunakan bahasa yang sederhana, relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan mudah diingat agar pesan kesehatan dapat dipahami oleh lebih banyak orang.

Meski begitu, para ahli juga mengingatkan bahwa konten semacam ini tetap harus didukung informasi medis yang akurat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Baca juga: Warna Darah Menstruasi Bisa Berbeda, Mana yang Masih Normal?

Tuai Pujian dari Warganet

Kampanye Hiya Healthcare mendapat banyak respons positif karena berhasil mengubah topik yang sering dianggap membingungkan menjadi lebih ringan dan menghibur.

Banyak warganet mengaku akhirnya lebih memahami bahwa perubahan suasana hati, energi, hingga nafsu makan selama siklus menstruasi bukan sekadar "mood berubah", melainkan dipengaruhi oleh fluktuasi hormon yang memang terjadi secara alami.

Di sisi lain, konten ini juga dinilai membantu para pria untuk lebih memahami kondisi yang dialami pasangan, teman, maupun anggota keluarga perempuan.

Meski dikemas dengan cara yang lucu, pesan yang ingin disampaikan tetap serius: setiap fase siklus menstruasi adalah proses biologis yang normal, dan memahami perubahan hormon dapat membantu meningkatkan empati sekaligus kesadaran akan kesehatan reproduksi perempuan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/hiyahealthcare

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU