INDOZONE.ID - Walaupun Work From Home (WFH) terasa nyaman dan fleksibel, malahan banyak orang yang ngeluh tambah stres alias burnout. Kok bisa?
Psikolog Senior dan Pendiri Enso Wellness Arouba Kabir mengatakan, saat karyawan bekerja dari rumah, memang gak perlu keluar rumah, jam kerja fleksibel, bisa memakai pakaian apapun. Tapi seseorang yang sudah melakukannya dalam waktu lama akan memberitahu Anda bahwa itu sebenarnya cukup melelahkan.
“Mengapa bekerja dari rumah terasa melelahkan? Kita kehilangan batasan itu. Beban emosional dari batas yang kabur, tidak pergi ke kantor, tidak sering bertemu orang, apalagi orang baru, serta kurangnya stimulasi non-digital, bisa berdampak bahkan pada orang yang sangat sadar diri sekalipun,” kata Arouba dikutip Hindustan Times.
Dalam kesempatan ini, sang psikolog juga memberikan cara mengatasi stres akibat kerja dari rumah. Yuk simak!
Tidak hanya batasan fisik, tapi juga emosional. Buatlah satu sudut di rumah yang terang, letakkan tanaman, jaga kebersihannya, dan usahakan tidak berantakan.
Lakukan rutinitas kecil seperti bersiap-siap untuk bekerja, mengenakan pakaian kerja, menarik napas dalam-dalam beberapa kali, membuat daftar tugas di meja.
Kamu akan merasa kesepian, bahkan jika ada keluarga atau orang lain di sekitar. Banyak orang keliru mengira mereka lelah atau tidak termotivasi, padahal sebenarnya merasa kesepian atau terputus dari koneksi sosial. Karena tidak keluar rumah, tidak bertemu orang secara langsung, tidak melihat bahasa tubuh, ekspresi, atau gestur. Panggilan virtual saja tidak cukup.
Baca juga: 4 Zodiak Ini Ternyata Paling Cocok Kalau WFH, Capricorn sampai Cancer!
Hubungi teman, keluar rumah, duduk di kafe, minum kopi sambil bekerja dari sana. Hal ini akan membantumu memproses dan memahami perasaan tersebut.
Ini adalah kebiasaan yang buruk. Tubuh layak istirahat, dan pikiran kaku butuh jeda. Makan sambil bekerja tidak membantu. Makanlah di meja makan, di dekat jendela, atau di tempat lain. Berikan mata dan otak istirahat dari perangkat digital.
Ambil napas dalam beberapa kali, lakukan peregangan, berjalan sebentar, turunkan bahu, sentuh sesuatu yang hangat. Penting sekali untuk kembali menyadari tubuh kamu. Jika tidak, terlalu lama menatap layar bisa membuat kamu mati rasa secara mental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times