Ilustrasi blood moon. (Freepik)
INDOZONE.ID - Fenomena Blood Moon atau gerhana bulan langka jatuh pada 7-8 September. Fenomena bulan merah darah sering kali jadi bahan pembicaraan yang dibumbui mitos seram.
Mulai dari pertanda kiamat, bencana, sampai urusan mistis, semua jadi ramai setiap kali bulan tampak memerah di langit malam. Tapi, apa benar Blood Moon itu seseram yang dibicarakan orang-orang?
Nah, biar nggak terus-terusan termakan cerita turun-temurun yang belum tentu benar, yuk kita kupas mitos-mitos tentang Blood Moon dan fakta ilmiah yang bisa mematahkannya.
Baca juga: Gerhana Bulan Total Diprediksi Terjadi Bulan Ini, Siap-siap Melihat 'Blood Moon'
Blood Moon terjadi saat gerhana bulan total, tepatnya saat posisi bumi berada di antara matahari dan bulan. Cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi terbiaskan, dan hanya warna merah-oranye yang sampai ke permukaan bulan. Itulah kenapa bulan terlihat seperti merah darah.
Fenomena ini alami dan bisa dijelaskan secara ilmiah, bukan pertanda gaib.
Beberapa orang percaya Blood Moon adalah sinyal akhir zaman. Apalagi kalau muncul barengan dengan peristiwa aneh atau bencana, mitos ini makin dipercaya.
Faktanya:
Blood Moon adalah bagian dari siklus astronomi yang sudah bisa diprediksi bertahun-tahun sebelumnya. Tidak ada hubungannya dengan bencana atau ramalan akhir zaman.
Konon katanya, ibu hamil yang keluar saat Blood Moon bisa membawa "aura buruk" pada janin. Ada juga yang bilang bayi bisa lahir cacat.
Faktanya:
Tidak ada bukti medis atau ilmiah yang mendukung ini. Keluar rumah saat Blood Moon tidak akan memengaruhi kehamilan. Yang penting tetap jaga kesehatan seperti biasa.
Baca juga: Catat Tanggalnya! Blood Moon Akan Terlihat Jelas di Aceh Minggu Malam
Di beberapa budaya, Blood Moon dianggap sebagai saat di mana dunia manusia dan dunia gaib "berdekatan." Banyak yang percaya itu saat makhluk halus lebih aktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan