Ilustrasi perilaku boros (Freepik/benzoix)
INDOZONE.ID - Pernah nggak Kamu ngerasa mood lagi bagus karena habis dapet kabar menyenangkan, baru jadian, atau sekadar senang karena weekend akhirnya datang.
Terus tiba-tiba uang di dompet cepat banget menguap? Tenang, Kamu nggak sendirian.
Ternyata, kita cenderung lebih mudah mengeluarkan uang saat lagi bahagia. Dan ini bukan cuma soal “khilaf” atau dompet yang tiba-tiba bocor.
Di balik itu, ada penjelasan psikologis dan kerja otak yang bikin fenomena “belanja saat senang” masuk akal.
Yuk, kita kupas bareng-bareng alasannya!
Saat Kamu merasa bahagia, otak melepaskan hormon seperti dopamin dan serotonin yaitu zat kimia yang bikin Kamu merasa semangat, lebih terbuka, dan lebih mudah tergoda mencoba hal-hal baru.
Hal ini termasuk memicu keinginan belanja barang yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhkan.
Dalam dunia psikologi konsumen, emosi positif terbukti jadi faktor penting dalam mendorong pembelian impulsif.
Ketika mood sedang bagus, otakmu cenderung lebih responsif terhadap rangsangan eksternal seperti promo menarik, visual produk yang menggoda, atau diskon besar-besaran.
Baca juga: 8 Kebiasaan Pagi Orang Sukses Sebelum Jam 7 Pagi, Yuk Ikutin!
Contohnya, sebuah penelitian di Indonesia menemukan bahwa emosi positif memediasi hubungan antara gaya hidup belanja dengan perilaku impulsif.
Artinya, semakin senang perasaanmu, semakin besar kemungkinan Kamu melakukan impulse buying atau belanja karena dorongan sesaat, bukan karena kebutuhan.
Jadi, saat Kamu lagi senang, Kamu justru lebih “rentan” terbujuk oleh rayuan harga coret, warna-warna mencolok, atau slogan “cuma hari ini!” yang memang dirancang untuk memicu keputusan instan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber