Direktur BBW Indonesia (kiri) (Indozone/Rifqy Alief Abiyya)
INDOZONE.ID - Salah satu bazar buku terbesar di Indonesia, Big Bad Wolf (BBW) akan kembali hadir di Jakarta. Ajang ini juga menjadi upaya untuk minat baca bagi masyarakat Indonesia.
Tahun ini, BBW membawa lebih dari 5 juta buku internasional. Bazar ini diadakan mulai 23 Oktober hingga 2 November 2025, setiap hari pukul 09.00 - 22.00 WIB, dan akan buka 24 jam penuh pada Sabtu dan Minggu.
Baca juga: Mau Diet Berhasil? Berdamai Dulu Sama Pikiran dan Makananmu
BBW Jakarta tahun ini menghadirkan konsep baru, serta mengusung gerakan global “Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu”.
“Event di Jakarta, 23 Oktober, kita membawa lebih dari 5 juta buku internasional. Lebih dari 155 dari publisher di seluruh dunia. Harapannya, bagi teman-teman di sini, at least bisa datang, eksplore event kita 2-3 jam, dan at least menemukan 1-2 buku yang bisa menginspirasi teman-teman,” ujar Direktur BBW Indonesia, Marthius Wandi Budianto.
Pria yang akrab disapa Wandi juga mengungkapkan, BBW Jakarta 2025 bukan hanya pesta buku terbesar di Indonesia, tetapi juga cerminan semangat baca yang terus tumbuh di negeri ini.
Baca juga: 5 Manfaat Olahraga Lari yang Jarang Diketahui, Gak Cuma Bakar Lemak Loh!
Apalagi, setiap kota punya ceritanya sendiri, dan Jakarta selalu menghadirkan energi luar biasa dari para pembaca yang memang antusias menjadikan membaca sebagai sebuah kegiatan.
Pendiri Big Bad Wolf (BBW) Books, Andrew Yap mengungkapkan bahwa Jakarta selalu jadi tuan rumah spesial bagi BBW. Baginya, BBW bukan sekadar membeli buku, tapi bangun kebiasaan yang bisa mengubah hidup.
“Kami kembali tahun ini dengan lebih banyak buku, lebih banyak kegiatan, dan lebih banyak hadiah. Kami ingin setiap pengunjung merasakan bahwa membaca adalah perjalanan yang seru, bukan kewajiban.” ujarnya.
Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk Setelah Olahraga yang Harus Kamu Hindari Biar Gak Cepat Lelah
Direktur BBW Indonesia, Wandi menyebut bahwa pelaksanaan event BBW di Indonesia ini bukan tanpa halangan. Salah satu tantangan yang dihadapi karena letak geografis Indonesia yang sangat luas.
“Sebagai negara kepulauan yang membentang dari timur hingga barat, akses logistik masih menjadi kendala utama yang perlu terus diperbaiki agar buku-buku dan program literasi dapat menjangkau masyarakat di pelosok daerah,” ujarnya.
Direktur BBW Indonesia (paling kiri) dan Andrew Yap (paling kanan) (Indozone/Rifqy Alief Abiyya)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan