Ilustrasi diet gizi seimbang/Freepik
INDOZONE.ID – Banyak orang fokus pada pola makan dan olahraga saat diet. Tapi sering lupa satu hal penting yaitu kesehatan mental atau gimana mulai mengubah mindset.
Padahal, tanpa mental yang kuat dan emosi yang stabil, diet bisa gagal di tengah jalan atau malah berakhir dengan diet yoyo, alias berat badan turun lalu naik lagi bahkan lebih tinggi dari sebelumnya.
Chief Marketing Officer LIGHT Group Anna Yesito Wibowo, menekankan bahwa jika seseorang ingin mendapatkan berat badan ideal, yang perlu diperbaiki bukan cuma pola makan, tapi juga mindset. Catat ya karena mengubah mindset sebelum mulai diet itu sangat penting.
“Sebetulnya kita nggak perlu takut sama makanan. Justru makanan itu harus jadi sahabat kita,” katanya dalam acara Press Conference LIGHTweight Challenge 2025 di Jakarta.
Menurut Anna, kuncinya ada pada pengaturan porsi dan waktu makan. Kalau dilakukan dengan benar dan konsisten, hasilnya bisa bertahan lama dan tetap realistis.
“Ending-nya, kita masih bisa makan enak, tapi tahu kapan dan seberapa banyak. Dengan metode yang didukung ahli gizi dan kerja sama dari pasien, hasilnya nyata dan nggak bohong,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Anna mengajak masyarakat untuk mengikuti lomba diet dalam LIGHTweight Challenge2025. Perjalanan dietmu akan dipantau selama 12 minggu oleh para pakar dengan momen yang sangat menyenangkan.
Kata Anna, lomba diet ini tujuannya gak hanya menurunkan berat badan, tapi dalam jangka panjang bisa membentuk pola pikir baru dan kebiasaan sehat jangka panjang lain.
Press Conference LIGHTweight Challange 2025 di Jakarta. (Indozone/Dewi)
Sementara itu, Nutritionist Program Manager LIGHT Group Veronica menegaskan bahwa keberhasilan program diet sangat tergantung pada pendekatan personal. Mulai dari mengatur pola makan, aktivitas fisik, sampai edukasi seputar kebiasaan sehat.
“Keberhasilan program diet terletak pada pendekatan personalisasi, menyesuaikan dengan kondisinya dan tidak ada satu pola yang sama untuk seseorang. Maka peserta didampingi secara personal dan olahraga yang diberikan itu yang bikin nyaman saat menurunkan berat badan,” ujarnya.
Baca juga: Mindset Bikin Gagal Diet Ternyata Jadi Pemicu Sulit Turunkan Obesitas
Nah, di sinilah peran psikolog jadi penting. Psikolog Klinis LIGHThouse Clinic Naomi Tobing menjelaskan bahwa faktor emosional dan psikis punya pengaruh besar terhadap keberhasilan diet. Motivasi, tujuan, sampai kestabilan emosi sangat penting dijaga supaya diet bisa sustainable.
“Emosi dan psikis itu berperan besar saat mau melakukan diet. Bahkan pasien bisa mengalami depresi, kecemasan, bahkan sudah treatment dan diet, tapi kenapa yoyo ya, dan ini permasalahannya. Mental yang sering dihadapi pasien-pasien diet, dan peran psikolog sangat mempengaruhi,” ujarnya dalam kesempatan sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan