Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 04 JANUARI 2026 • 15:40 WIB

Marak Kasus Superflu, Kemenkes Tegaskan Kondisi Nasional Masih Terkendali

Marak Kasus Superflu, Kemenkes Tegaskan Kondisi Nasional Masih TerkendaliIlustrasi virus influenza (Kemenkes.go.id)

INDOZONE.ID - Belakang ini, istilah superflu atau varian influenza A H3N2 subclade K, menjadi marak di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyebut bahwa situasi ini masih terkendali.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menyebut bahwa peningkatan superflu secara global terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, sejalan dengan masuknya musim dingin.

Sedangkan subclade K diidentifikasi pertama kali oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat di bulan Agustus lalu. Sampai saat ini sudah dilaporkan di lebih dari 80 negara dunia.

Baca juga: Manfaat Magnesium untuk Tubuh: Tidur Lebih Nyenyak, Energi Stabil, Mood Lebih Happy

Gejala yang Muncul

dr. Prima menjelaskan ada beberapa ciri atau gejala yang muncul adanya superflu ini, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala dan nyeri pada tenggorokan. Gejala ini memang terlihat serupa seperti flu pada umumnya.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr. Prima.

Baca juga: Usia 2–5 Tahun Krusial! Ini Cara Orang Tua Jaga Kesehatan Mata Anak

Tren Kasus di Negara Asia

Di negara-negara Asia, subclade K sudah dilaporkan di beberapa negara seperti China, Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand sejak Juli 2025. Walaupun demikian, tren kasus terus mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.

Sedangkan di Indonesia, hasil surveilans menunjukkan bahwa influenza A (H3) adalah varian dominan. Seperti negara lain, tren nasional varian ini juga mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelasnya.

Terdapat 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel melakukan pemeriksaan WGS. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa varian tersebut sudah dikenal dan bersirkulasi secara global dalam sistem WHO.

Baca juga: Gejala dan Pencegahan Superflu yang Harus Kamu Ketahui, Benarkah Tanda Pandemi Covid-19 Part 2?

Imbauan Hidup Bersih

Kemenkes RI menegaskan terus perkuat surveilans, pelaporan, dan kesiapsiagaan sebagai respons atas situasi ini. 

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, dan melakukan vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi masyarakat rentan seperti ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenkes.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Marak Kasus Superflu, Kemenkes Tegaskan Kondisi Nasional Masih Terkendali

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!