INDOZONE.ID - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai berbagai contoh bioteknologi konvensional dalam kehidupan sehari-hari. Misal, tempe, tape, yoghurt, keju, kecap, dan roti.
Meskipun terlihat sederhana, bioteknologi konvensional memiliki peran besar dalam sejarah peradaban manusia terhadap perkembangan industri pangan.
Berikut, penjelasan mengenai pengertian bioteknologi konvensional, sejarah penerapannya, prinsip fermentasi, contoh produk, perbedaan dengan bioteknologi modern, serta dampak bioteknologi terhadap industri pangan.
Baca juga: Ingin Wajah Glowing Tanpa Skincare? Inilah 3 Makanan Fermentasi yang Perlu Dicoba!
Ilustrasi tape, hasil produk bioteknologi konvesional. (freepik)
Bioteknologi konvensional adalah, cabang bioteknologi yang memanfaatkan makhluk hidup, khususnya mikroorganisme.
Misal, bakteri, jamur, dan ragi, secara utuh dan alami untuk menghasilkan produk atau jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Bioteknologi ini tidak melibatkan teknik manipulasi genetik atau rekayasa DNA, melainkan mengandalkan proses biologis alami yang telah berlangsung sejak lama.
Ciri utama bioteknologi konvensional adalah, penggunaan proses fermentasi pada bioteknologi konvensional.
Fermentasi memungkinkan mikroorganisme mengubah bahan mentah menjadi produk baru dengan karakteristik yang berbeda, baik dari segi rasa, aroma, tekstur, maupun kandungan gizinya.
Karena prosesnya alami, bioteknologi konvensional cenderung ramah lingkungan dan relatif aman untuk dikonsumsi.
Namun, keterbatasan utama bioteknologi konvensional, terletak pada skala produksi yang kecil serta ketergantungan pada kondisi lingkungan seperti suhu, kebersihan, dan waktu fermentasi.
Baca juga: Lagi Ngetrend, Benarkah Teh Fermentasi Kombucha Bisa Bikin Tubuh Langsing dan Sehat?
Sejarah bioteknologi konvensional tidak dapat dipisahkan dari sejarah peradaban manusia. Jauh sebelum ilmu mikrobiologi berkembang, manusia telah memanfaatkan fermentasi secara tidak sadar untuk mengolah makanan dan minuman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis, Berbagai Sumber