Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 19:22 WIB

9 dari 10 Pekerja Indonesia Tunda Pensiun karena Tekanan

9 dari 10 Pekerja Indonesia Tunda Pensiun karena TekananIlustrasi pekerja Indonesia menunda pensiun. (Freepik.)

INDOZONE.ID - Mayoritas pekerja Indonesia belum benar-benar siap menghadapi pensiun. Survei terbaru menunjukkan 9 dari 10 pekerja harus menopang dua generasi sekaligus, orang tua dan anak. Akibatnya, 23 persen memilih menunda pensiun, bahkan 77 persen memperkirakan tetap bekerja setelah usia pensiun.

Fenomena ini dikenal sebagai sandwich generation. Tekanan finansialnya nyata dan berdampak langsung pada rencana masa tua.

Tekanan Finansial dan Realita Pensiun

Survei bertajuk Retirement Reimagined: Asia’s Retirement Divide mencatat 40 persen responden menurunkan ekspektasi gaya hidup saat pensiun. Artinya, standar hidup yang dibayangkan sebelumnya harus disesuaikan dengan kondisi keuangan.

Sebanyak 71 persen responden juga merasa perlu punya penghasilan tambahan demi menjaga keamanan finansial jangka panjang.

Data demografi memperkuat gambaran ini. Penduduk Indonesia usia 60 tahun ke atas mencapai 30,9 juta orang pada 2023 dan diproyeksikan melonjak jadi 64,9 juta pada 2050. Usia harapan hidup meningkat, tapi kesiapan dana pensiun belum tentu ikut naik.

Pensiun: Pilihan atau Keterpaksaan?

Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia, melihat dua sisi berbeda dalam tren ini.

“Kami melihat dua realitas yang berbeda. Bagi mereka yang siap, bekerja lebih lama bisa menjadi pilihan yang menawarkan fleksibilitas dan kebebasan. Sementara bagi yang lain, bekerja lebih lama mencerminkan tekanan keuangan yang dihadapi. Merencanakan pensiun lebih awal dan secara menyeluruh adalah penentu realitas mana yang akan dijalani.”

Artinya, bekerja setelah usia pensiun bisa jadi keputusan strategis. Tapi bagi sebagian orang, itu bukan opsi—melainkan konsekuensi kondisi ekonomi.

Sebanyak 43 persen responden yang menunda pensiun mengaku kebutuhan membiayai pendidikan dan hidup anak jadi alasan utama.

Generative AI Mulai Jadi “Penasihat” Finansial

Menariknya, cara orang mencari informasi keuangan juga berubah. Penggunaan generative AI untuk membantu keputusan finansial naik dari 13 persen menjadi 30 persen.

Sebaliknya, konsultasi ke bank turun dari 40 persen ke 31 persen. Konsultasi dengan penasihat keuangan independen juga turun ke angka yang sama, 31 persen.

Albertus mengingatkan bahwa teknologi bisa jadi titik awal, tapi bukan satu-satunya pegangan.

“Semakin banyak orang Indonesia yang umurnya lebih panjang. Namun, terlalu banyak yang masih tidak yakin apakah mereka bisa pensiun dengan nyaman. Itulah mengapa peran institusi keuangan semakin penting: menyediakan panduan dan solusi yang mengubah ketidakpastian menjadi pemberdayaan.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Narasumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

9 dari 10 Pekerja Indonesia Tunda Pensiun karena Tekanan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!