Ilustrasi anak mengalami gejala penyakit jantung. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Banyak yang mengira penyakit jantung hanya menyerang orang dewasa atau lansia. Padahal faktanya, anak-anak juga bisa mengalaminya, meski memang kasusnya tidak umum.
Masalahnya, gejalanya sering tidak terlihat yang mengakibatkan terlambat deteksi. Orang tua kadang menganggap anaknya hanya capek, kurang stamina, atau gangguan pernapasan ringan.
Menurut Dr. Prashant Prakashrao Patil, Konsultan Senior Kardiolog Pediatrik Intervensional di CARE Hospitals, penyakit jantung pada anak memang tidak sering terjadi, tapi ketika ada, sering kali tidak terdeteksi sejak awal.
Berikut lima gejala yang perlu benar-benar diperhatikan.
Baca juga: Waktu Terbaik untuk Workout Saat Puasa, Sebelum atau Sesudah Buka?
Kalau anak sesak napas setelah lari-larian atau naik tangga, itu masih tergolong normal. Tapi kalau napas terasa berat padahal aktivitasnya ringan, ini tidak boleh dianggap sepele.
Anak dengan masalah jantung bisa terlihat:
Gejalanya memang bisa mirip asma. Namun bedanya, pada gangguan jantung, napas bisa tetap berat meski tidak sedang banyak bergerak.
Kalau anak sering berhenti lebih dulu saat bermain, duduk saat teman-temannya masih aktif, atau cenderung menghindari aktivitas fisik, ini juga perlu dicermati.
Bukan soal malas atau kurang semangat, tapi bisa jadi jantungnya tidak memompa darah secara optimal sehingga tubuh cepat kehabisan energi.
Kalau kondisi ini terjadi terus-menerus, sebaiknya jangan ditunda untuk konsultasi ke dokter.
Pada bayi dan anak kecil, tanda awal gangguan jantung bisa terlihat dari pola tumbuh kembang.
Beberapa sinyal yang perlu diwaspadai:
Gejala ini sering dianggap masalah nutrisi biasa, padahal bisa jadi ada gangguan pada fungsi jantung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times