Ilustrasi beribadah di masjid Madinah (freepik/v-ivash)
INDOZONE.ID - Bagi umat Muslim, sepuluh malam terakhir Ramadan selalu menjadi momen yang paling dinantikan. Di antara malam-malam tersebut terdapat satu malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadr malam yang disebut dalam Al-Qur’an memiliki nilai ibadah lebih baik daripada seribu bulan.
Karena keutamaannya yang luar biasa, banyak Muslim memanfaatkan waktu ini dengan meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan. Meski waktu pastinya tidak diketahui, banyak ulama menyarankan untuk lebih fokus beribadah, terutama pada malam-malam ganjil di penghujung Ramadan.
Baca juga: Bacaan Niat Itikaf di Masjid serta Tata Cara dan Manfaatnya
Lalu, amalan apa saja yang bisa dilakukan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadr? Berikut beberapa di antaranya:
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah. Amalan ini juga rutin dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan i’tikaf, seseorang bisa menenangkan diri dari kesibukan dunia, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, serta melakukan refleksi diri.
Malam Lailatul Qadr dikenal sebagai malam penuh ampunan. Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa siapa saja yang menghidupkan malam tersebut dengan shalat karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Karena itu, memperbanyak shalat malam seperti tahajud menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.
Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Tak heran jika membaca Al-Qur’an menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan ini. Tak hanya sekadar membaca, umat Muslim juga dianjurkan untuk memahami serta merenungi makna ayat-ayat yang dibaca. Bahkan setiap huruf yang dilantunkan bernilai pahala.
Sepuluh malam terakhir Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak zikir dan doa. Pada malam Lailatul Qadr, doa-doa diyakini memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Salah satu doa yang dianjurkan adalah doa memohon ampunan kepada Allah, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA.
Memohon ampun kepada Allah atau beristighfar merupakan amalan yang sangat penting dilakukan. Dengan memperbanyak istighfar, hati menjadi lebih bersih dan hubungan dengan Allah semakin dekat. Rasulullah SAW sendiri dikenal sering beristighfar setiap hari, bahkan hingga puluhan kali.
Ramadan juga menjadi waktu terbaik untuk berbagi kepada sesama. Sedekah yang diberikan pada bulan ini dipercaya memiliki pahala yang berlipat ganda. Tak harus dalam jumlah besar, sedekah sekecil apa pun tetap memiliki nilai kebaikan yang besar di sisi Allah.
Memberikan makanan kepada orang yang berbuka puasa juga menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang memberi makan kepada orang berpuasa akan mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang menjalankan puasa tersebut. Selain menambah pahala, amalan ini juga mempererat rasa kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat.
Baca juga: 7 Amalan Sambut Malam Lailatul Qadar, Itikaf hingga Sedekah!
Sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan kesempatan emas yang tidak selalu datang setiap saat. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkannya dengan memperbanyak ibadah, doa, serta amal kebaikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bankmuamalat.co.id