Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 MARET 2026 • 20:15 WIB

Cara Mengolah Sisa Sayur Jadi Pupuk: Rahasia Kebun Subur Tanpa Biaya Mahal

Cara Mengolah Sisa Sayur Jadi Pupuk: Rahasia Kebun Subur Tanpa Biaya Mahalilustrasi pupuk (istock @fcafotodigital)

INDOZONE.ID - Cara mengolah sisa sayur untuk pupuk merupakan langkah cerdas dalam mendukung gaya hidup zero waste dan pertanian organik di rumah.

Selain membantu mengurangi volume limbah dapur rumah tangga, cara membuat pupuk kompos dari limbah dapur ini juga menjadi solusi ekonomis untuk mendapatkan nutrisi tanaman berkualitas tinggi tanpa bahan kimia sintetis.

Limbah sayuran mengandung berbagai nutrisi penting bagi tanah, seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

Melalui proses dekomposisi yang tepat, senyawa tersebut akan menghasilkan unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).

Pupuk kompos yang berkualitas memiliki ciri fisik berwarna kehitaman, tidak berbau busuk, dan bertekstur halus, sesuai dengan standar mutu kompos menurut SNI 19-7030-2004.

Manfaat Limbah Sayuran sebagai Bahan Baku Kompos

Limbah sayuran sangat ideal sebagai bahan utama pembuatan kompos karena mudah ditemukan dan memiliki struktur sel yang mudah terurai secara alami.

Salah satu contoh yang paling sering ditemukan adalah sisa kangkung. Kangkung memiliki kadar air dan nitrogen yang cukup tinggi, sehingga sangat efektif mempercepat aktivitas mikroorganisme di dalam tumpukan kompos.

Selain menyuplai nutrisi, manfaat pupuk organik dari sisa sayuran juga berfungsi sebagai pembenah tanah (soil conditioner).

Baca juga: Fashionable tapi Berbahaya: Jejak Limbah di Balik Tren Pakaian

Tanah yang rutin diberi kompos akan memiliki struktur yang lebih gembur, kemampuan mengikat air yang lebih baik, dan populasi mikroba tanah yang lebih sehat.

Namun, penting untuk diingat bahwa limbah sayuran harus dikelola dengan benar untuk meminimalisir risiko patogen atau bau yang tidak sedap.

Rahasia Kompos Berkualitas: Penggunaan Molase dan Bioaktivator

Untuk meningkatkan kualitas dan mempercepat proses matangnya pupuk, penggunaan bahan tambahan sangat disarankan.

Salah satu yang paling populer adalah molase. Molase atau tetes tebu berfungsi sebagai sumber energi (karbon) bagi mikroorganisme pengurai.

Dengan menambahkan molase, kandungan C-organik dan nitrogen total dalam kompos dapat meningkat secara signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mertani.co.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cara Mengolah Sisa Sayur Jadi Pupuk: Rahasia Kebun Subur Tanpa Biaya Mahal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!