INDOZONE.ID - Bekerja di kantor seharusnya menjadi tempat untuk berkembang dan belajar hal baru.
Namun kenyataannya, tidak sedikit karyawan yang justru merasa tertekan karena sikap atasan yang kurang sehat.
Bos yang bersikap toxic ini bisa membuat karyawan merasa kehilangan motivasi, bahkan mudah stres.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda bos toxic sejak awal agar kamu bisa menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja, berikut penjelasannya:
Bos tipe micromanager atau sulit percaya pada tim biasanya ingin mengetahui setiap detail pekerjaan karyawannya. Mulai dari cara menulis email, menyusun presentasi, hingga jam kerja sering diawasi secara berlebihan.
Awalnya sikap ini terlihat seperti perhatian, tetapi lama-kelamaan terasa menekan dan membuat tidak nyaman. Akibatnya, karyawan menjadi ragu mengambil keputusan sendiri karena takut dianggap salah.
Bos manipulatif sering menggunakan kata-kata yang terdengar memotivasi, tetapi sebenarnya memberi tekanan. Ia bisa memuji terlebih dahulu, lalu membuat karyawan merasa bersalah saat menolak tugas tambahan.
Baca juga: Suka Ngegosipin Bos? Ternyata Dampaknya Nggak Selalu Buruk, Ini Faktanya!
Kalimat seperti “saya percaya kamu bisa” sering digunakan untuk mendorong karyawan bekerja lebih, tanpa pilihan jelas.
Dalam jangka panjang, pola ini dapat membuat batas profesional menjadi kabur dan memengaruhi kesehatan mental karyawan.
Beberapa atasan menganggap lembur sebagai tanda loyalitas dan dedikasi karyawan. Ketika karyawan mengeluhkan kelelahan, respons yang diberikan seringkali meremehkan.
Kalimat seperti “dulu saya juga begitu” atau “ini bagian dari dunia kerja” kerap dijadikan alasan. Padahal, kepemimpinan yang baik seharusnya mampu mendengar dan memahami kondisi timnya.
Dalam beberapa situasi, ada atasan yang cepat mengambil pujian saat tim berhasil. Namun ketika terjadi kesalahan, tanggung jawab justru dialihkan kepada karyawan.
Baca juga: Mau Resign? Jangan Asal Kirim Surat! Kenali Dulu 5 Format Surat Resign yang Bikin Bos Terharu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Physicianleaders.or