Ilustrasi tanda kamu terlalu keras kepada diri sendiri (freepik).
INDOZONE.ID - Banyak orang mengira jadi keras pada diri sendiri adalah kunci sukses.
Apalagi kalau kamu tipe perfeksionis, mengkritik diri sendiri sering dianggap cara biar terus berkembang.
Padahal, kalau kebablasan, kebiasaan ini justru bikin mental capek, overthinking, dan hidup terasa lebih berat dari yang seharusnya.
Nah, tanpa sadar, bisa jadi kamu sedang ada di fase itu. Coba cek tanda-tandanya di bawah ini.
Baca juga: 5 Cara Stop Self-Diagnose dari Internet, Biar Nggak Makin Parno dan Salah Kaprah!
Hal kecil seperti salah beli barang atau typo sedikit bisa kepikiran terus seharian. Padahal kalau dipikir lagi, dampaknya hampir nggak ada.
Tapi kamu tetap merasa “itu kesalahan besar”.
Kenapa ini bahaya? Karena kamu jadi menghabiskan energi untuk hal yang sebenarnya nggak penting.
Mulai ubah: belajar bedain mana yang benar-benar penting, mana yang bisa dilepas.
Kamu sudah minta maaf, sudah memperbaiki kesalahan… tapi rasa bersalahnya nggak hilang-hilang. Ini bukan lagi refleksi diri, tapi sudah masuk ke overthinking.
Baca juga: Pola Pikir di Balik Obsesi Masyarakat Tiongkok terhadap Uang, Bukan Sekadar Kekayaan
Ingat: rasa bersalah itu tugasnya cuma “ngingetin”, bukan buat menghukum diri terus-menerus.
Istirahat ditunda, olahraga nanti dulu, me-time? Tunggu sempat. Masalahnya, “nanti” itu sering nggak pernah datang. Akibatnya kamu terus jalan dalam kondisi capek tanpa sadar.
Coba ubah: anggap self-care sebagai kebutuhan wajib, bukan bonus.
Baca juga: Paskah 2026: Jadwal Lengkap Pekan Suci, Makna Kebangkitan, dan Tradisi Unik di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com