Gejala dan tanda OCD. (FREEPIK/vahitozalp048)
INDOZONE.ID - Sekarang ini, istilah OCD sering banget dipakai sembarangan. Sedikit-sedikit dibilang OCD cuma karena suka rapi atau perfeksionis. Padahal kenyataannya, OCD itu bukan sekadar soal kerapian. OCD adalah gangguan mental yang nyata dan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari kalau nggak ditangani dengan tepat.
Lewat artikel ini, kamu akan diajak buat memahami apa itu OCD sebenarnya, kenapa OCD sering keliru dianggap cuma perfeksionisme, dan apa bedanya OCD dengan kebiasaan sekadar suka rapi. Dijelasin dengan cara yang ringan, biar gampang dipahami siapa pun.
OCD adalah singkatan dari Obsessive-Compulsive Disorder, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai gangguan obsesif-kompulsif. Ini adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan munculnya obsesi dan/atau kompulsi.
Obsesi itu berupa pikiran atau dorongan yang muncul terus-menerus, nggak diinginkan, dan bikin nggak nyaman. Contohnya, rasa takut berlebihan sama kuman sampai kepikiran terus, atau perasaan gelisah karena merasa ada yang “kurang pas” sebelum keluar rumah. Nah, kompulsi adalah tindakan yang dilakukan berulang-ulang buat ngurangin rasa cemas tadi, misalnya cuci tangan berkali-kali, bolak-balik ngecek pintu, atau menghitung sesuatu tanpa sadar.
Yang perlu dipahami, obsesi dan kompulsi dalam OCD itu bukan kebiasaan yang menyenangkan atau sekadar iseng. Justru sebaliknya, hal-hal ini bisa memicu kecemasan yang berat dan sulit dikendalikan. Bahkan, banyak orang dengan OCD sebenarnya sadar kalau pikiran atau tindakannya terasa berlebihan, tapi tetap merasa nggak mampu menghentikannya.
Baca juga: Ellen DeGeneres Akui Idap Gangguan Mental OCD dan Osteoporosis
Sering banget kita dengar orang bilang, “gue OCD banget,” cuma karena dia suka rapi, teliti, atau ingin semuanya sempurna. Padahal, menurut psikologi dan psikiatri, itu bukan definisi OCD. Kebanyakan orang ini sebenarnya cuma punya standar tinggi atau senang kerapian, dan kebiasaan itu nggak sampai mengganggu kehidupan sehari-hari secara serius.
Perbedaan utama antara perfeksionisme dan OCD ada di sini:
Jadi, meskipun orang perfeksionis kadang terlihat punya kebiasaan yang mirip dengan OCD, bukan berarti dia pasti OCD. Pada OCD, perilaku dilakukan karena dorongan cemas yang kuat dan sulit dikontrol, sedangkan perfeksionisme biasanya muncul dari keinginan untuk melakukan sesuatu dengan baik.
OCD bisa muncul dalam berbagai bentuk tergantung pada obsesi atau kompulsinya. Beberapa gejala umum OCD yang sering terjadi antara lain:
Gejala-gejala ini biasanya memakan waktu banyak setiap hari, sehingga mengganggu aktivitas, hubungan sosial, prestasi sekolah atau kerja, dan kesejahteraan emosional.
Banyak orang merasa OCD itu sama dengan orang yang perfeksionis. Padahal, berdasarkan penjelasan medis, OCD dan perfeksionisme berbeda secara mendasar. OCD adalah gangguan kecemasan yang serius, sedangkan perfeksionisme lebih ke ciri kepribadian atau perilaku.
Dalam OCD, orang sering merasa terpaksa melakukan kompulsi karena kecemasan yang sangat tinggi, dan mereka sering ingin menghentikan perilaku itu tetapi tidak bisa. Sedangkan orang yang perfeksionis biasanya merasa nyaman atau puas ketika standar tinggi mereka tercapai, dan tidak merasa cemas luar biasa jika tidak melakukan ritual tertentu.
Selain itu, OCD sering menimbulkan pikiran intrusif yang tidak rasional, seperti ketakutan bahwa jika ritual tidak dilakukan sesuatu yang buruk akan terjadi. Perfeksionisme tidak selalu disertai pikiran semacam itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Msdmanuals.com, Clevelandclinic.org