Ilustrasi bayi tidur tanpa bantal. (Freepik)
INDOZONE.ID - Sedikit aspek perkembangan anak yang penuh dengan informasi keliru seperti tidur bayi.
Dari anggapan bahwa bayi harus "tidur sepanjang malam" pada usia enam bulan hingga keyakinan bahwa tidur di kereta dorong tidak berkualitas.
Berikut lima mitos umum tentang tidur bayi dan apa kata penelitian ilmiah.
Sebuah studi terhadap lebih dari 55.000 bayi di Norwegia menemukan bahwa hampir tujuh dari sepuluh bayi usia enam bulan terbang setidaknya sekali per malam, sementara lebih dari satu dari empat bayi usia 18 bulan masih terbangun.
Baca juga: Tanaman Hias Bisa Bikin Lebih Bahagia, Simpel dan Mudah
Peneliti Finlandia melaporkan bahwa setidaknya satu bayi usia delapan bulan dalam studi mereka terbangun 21,5 kali per malam.
Kekurangan zat besi, yang mempengaruhi sekitar 15 persen balita di AS, dapat menyebabkan sering terbangun malam, gelisah, dan kesulitan tidur pada bayi.
Banyak kondisi lain juga terkait dengan tidur gelisah atau sering terbangun pada bayi dan anak kecil, termasuk alergi makanan, penyakit refluks gastroesofageal (GERD), infeksi telinga, hingga sleep apnea (hingga 6 persen anak).
Baca juga: Obat Pelangsing Bukan Solusi Cepat: Berat Badan Bisa Kembali dalam Waktu Singkat
Sejak jadwal "7-7" (19.00-07.00) dipopulerkan, segala sesuatu yang kurang, terutama untuk bayi dan anak kecil, dianggap tidak cukup.
Namun studi Australia terhadap 5.000 bayi menemukan bahwa anak-anak dari bayi hingga hampir lima tahun tidur rata-rata 11 jam semalam, bukan 12.
Di bagian lain dunia, termasuk banyak negara Asia, bayi tidur jauh lebih sedikit: di Taiwan rata-rata 8,73 jam, Hong Kong 9,02 jam, India dan Indonesia 9,15 jam.
Baca juga: Foto Romantis Kekasih Ini di Puncak Gunung Sindoro Sukses Bikin Warganet Iri
Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa tidur saat bergerak (di kereta dorong, gendongan, atau mobil) membuat bayi tetap dalam jenis tidur ringan yang kurang restoratif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC