Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 15:30 WIB

Bahaya Menjemur Bayi, Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Mitos Cegah Kuning

Bahaya Menjemur Bayi, Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Mitos Cegah KuningIlustrasi menjemur bayi. (Freepik)

INDOZONE.ID – Tradisi menjemur bayi baru lahir di pagi hari sudah sangat melekat bagi banyak keluarga di Indonesia. Banyak orang tua dan bahkan orang tua dulu percaya bahwa menjemur bayi dapat membantu menurunkan risiko kuning (ikterus) dan membuat bayi lebih sehat. 

Namun, benarkah demikian? Dokter Spesialis Anak, dr. Caessar Pronocitro, Sp.A, M.Scmengungkap bahwa kebiasaan ini sebenarnya bukan rekomendasi medis internasional dan justru dapat membahayakan kulit bayi.

Mitos vs Fakta: Menjemur Tidak Menyembuhkan Kuning

Menurut dr. Caesar, di luar negeri tidak ada istilah bayi dijemur untuk mencegah kuning. Justru anjuran medis modern menyebutkan bahwa bayi baru lahir sebaiknya tidak terpapar sinar matahari langsung, apalagi dalam rentang umur sangat muda.

Baca juga: Siapa Bilang Bayi dan Anak-Anak Tidak Butuh Sunscreen? Ikuti Tips Ini agar Kulit Si Kecil Tetap Sehat!

"Dijemur itu cuma kebiasaan di Indonesia saja. Di luar negeri nggak ada istilah bayi dijemur. Bahkan direkomendasikan bayi di awal bulan tidak boleh kena sinar matahari," jelas dr. Caesar di Jakarta.

Banyak yang percaya paparan sinar matahari bisa membantu mengurangi bilirubin pada bayi kuning. Padahal faktanya menjemur tidak menurunkan bilirubin, tidak membantu mengatasi kuning, serta efek kuning berkurang yang terlihat bisa jadi karena kulit bayi menggelap/gosong, bukan bilirubin turun

Kenapa Menjemur Bayi Bisa Berbahaya?

Ditegaskan sang dokter, kondisi kulit bayi masih sangat tipis dan sensitif. Sehingga paparan sinar matahari langsung justru meningkatkan risiko iritasi.

Beberapa efek negatif yang dapat terjadi adalah kulit mudah memerah dan iritasi, muncul biang keringat atau bruntusan, risiko dehidrasi karena cairan tubuh cepat menguap, serta potensi kerusakan kulit jangka panjang dan meningkatkan risiko kanker kulit di masa depan.

"Beberapa pasien datang dan mengeluh bayinya beruntusan dan merah setiap habis dijemur. Itu wajar karena kulit bayi masih tipis dan mudah iritasi," kata dr. Caesar.

Baca juga: Tanda-tanda Bayi Kena Influenza dan Cara Penanganannya, Kapan Harus ke Dokter?

Jadi, Kalau Bayi Kuning Solusinya Apa?

Perawatan bayi kuning tidak dengan menjemur, melainkan melalui pemeriksaan medis. Dokter akan menilai kadar bilirubin dan menentukan penanganan yang tepat, seperti observasi kondisi bayi, pemberian ASI yang cukup, atau fototerapi (penanganan dengan cahaya khusus di rumah sakit) jika diperlukan.

Lebih baik konsultasikan kesehatan bayi ke tenaga medis, terutama jika bayi tampak kuning, agar mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bahaya Menjemur Bayi, Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Mitos Cegah Kuning

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!