Ilustrasi seseorang yang sednag insecure. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah merasa kurang percaya diri, takut dinilai orang, atau selalu ingin terlihat “lebih” di depan orang lain?
Hati-hati, bisa jadi kamu tanpa sadar sedang terjebak dalam pola yang justru bikin rasa insecure makin dalam.
Dalam dunia psikologi, rasa tidak aman atau insecure sering kali bukan sekadar kondisi yang “datang begitu saja”.
Banyak kasus menunjukkan bahwa pola ini terbentuk dari kebiasaan mencari validasi eksternal — alias pengakuan dari orang lain — yang dilakukan terus-menerus.
Baca juga: Kurir Ini Lupa Antar Paket karena Asyik Main dengan Anak-anak, Jadi Perbincangan di Medsos
Menurut berbagai studi psikologi, rasa insecure sering berakar dari shame (rasa malu mendalam) yang sudah terbentuk sejak lama.
Rasa ini bisa muncul dari pengalaman masa kecil, lingkungan yang penuh kritik, atau tekanan sosial yang tinggi.
Ketika rasa malu ini tidak pernah benar-benar diselesaikan, ia bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius seperti kecemasan berlebih hingga depresi.
Hal ini terjadi karena seseorang terus merasa “tidak cukup baik”, apa pun yang mereka lakukan.
Akibatnya, muncul dorongan untuk menutupi perasaan tersebut dengan cara yang terlihat “aman”: mencoba mengesankan orang lain.
Baca juga: Kenapa Anak Cemburu saat Orang Tua Bermesraan? Ini Penjelasan dan Cara Menghadapinya
Sekilas, tampil percaya diri dan menarik perhatian orang lain mungkin terasa menyenangkan. Tapi dibalik itu, ada efek jangka panjang yang sering diabaikan.
Saat kamu terlalu fokus pada bagaimana orang lain melihatmu, kamu akan:
Masalahnya, validasi dari luar itu sifatnya sementara. Hari ini kamu dipuji, besok belum tentu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com