INDOZONE.ID – Kementrian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah resmi menutup Program Pemagangan Nasional Batch 1 yang diikuti 16.112 peserta pada periode Oktober 2025 hingga 2026. Acara penutupan program ini dilakukan di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Dalam sambutannya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), yakni Yassierli, menegaskan program pemagangan ini adalah bagian dari strategi penguatan kompetensi tenaga kerja nasional yang tidak hanya menghadirkan pengalaman kerja, namuun juga kesiapan kerja berbasis keterampilan.
“Kami mengajak adik-adik peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini karena sertifikasi kompetensi diberikan secara gratis sebagai pengakuan atas keterampilan yang dimiliki,” ujar Yassierli.
Maka dari itu, ia juga meminta para peserta mempersiapkan diri dengan belajar sebelum mengikuti uji kompetensi di balai pelatihan Kemnaker maupun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bermitra dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Baca juga: 17 Caption Singkat Hari Pertama Magang, Biar Feed Kamu Makin Profesional Tapi Tetep Gaul
Dalam kesempatan yang sama, Yassierli juga membeberkan hasil evaluasi pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch 1.
Dari hasil evaluasi tersebut, Kemnaker menekan pentingnya pemerataan pelaksanaan program agar tidak terpusat di Pulau Jawa, melainkan lebih merata di seluruh Indonesia guna memperluas kesempatan bagi putra-putri daerah.
Menurut Yassierli, sejumlah perusahaan telah menunjukkan praktik baik dalam pemagangan melalui pemberian proyek kerja, evaluasi berkala, hingga pendampingan langsung, yang akan terus diperkuat dalam skema kemitraan yang lebih luas.
“Tahun ini fokusnya memberikan pengalaman kerja. Ke depan, kami ingin tidak hanya pengalaman kerja, tetapi juga memastikan peserta memiliki sertifikat kompetensi dan peluang lebih besar untuk diserap oleh industri,” jelas Yassierli.
Baca juga: Kisah Inspiratif Elliot Hill: Dari Anak Magang Hingga Kini Jadi CEO Nike Setelah 32 Tahun
Sebagai tindak lanjut dari penguatan tersebut, Yassierli menyampaikan bahwa Kemnaker terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui pengembangan platform SiapKerja, termasuk fitur KarirHub yang menyediakan informasi lowongan kerja dari berbagai sektor.
“Kami terus mengintegrasikan SiapKerja dengan portal-portal swasta agar seluruh lowongan kerja, baik di dalam maupun luar negeri, dapat terkonsolidasi dalam satu platform,” katanya.
Melalui platform tersebut, ia mendorong peserta untuk memanfaatkan KarirHub sebagai sarana mencari peluang kerja, sekaligus mengajak perusahaan lebih aktif membuka lowongan agar akses kerja semakin luas.
Di akhir pernyataannya, Yassierli menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan mitra dan mentor atas kontribusinya dalam menyukseskan Program Pemagangan Nasional Batch 1.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemnaker