Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 12 JUNI 2026 • 15:04 WIB

Sudah Berusaha Keras tapi Tak Kunjung Puas? Ini Alasan Kamu Nggak Pernah Merasa Cukup

Sudah Berusaha Keras tapi Tak Kunjung Puas? Ini Alasan Kamu Nggak Pernah Merasa CukupIlustrasi toxic productivity. (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak, kamu menutup laptop setelah seharian sibuk, menyelesaikan berbagai tugas, bahkan mengorbankan waktu istirahat, tapi tetap muncul pikiran, “Kayaknya aku belum maksimal deh?”

Kalau jawabannya iya, kamu nggak sendirian!

Di era ketika semua orang terlihat produktif di media sosial, banyak orang tanpa sadar terjebak dalam pola hidup yang menuntut diri sendiri untuk terus bergerak. 

Istirahat terasa seperti kemewahan, sementara bersantai malah memicu rasa bersalah.

Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Kabut dalam Bahasa Inggris yang Estetik dan Penuh Rasa

Fenomena ini dikenal dengan istilah toxic productivity, yaitu kondisi ketika seseorang merasa harus terus produktif tanpa henti demi membuktikan nilai dirinya.

Bukan Soal Malas, Tapi Takut Tidak Cukup

Sekilas, rajin bekerja memang terlihat positif. Namun, ada perbedaan besar antara produktif karena tujuan yang jelas dan produktif karena takut dianggap gagal.

Banyak orang terus memaksa diri bukan karena mereka benar-benar ingin, melainkan karena ada perasaan yang ingin mereka hindari. 

Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu pernah mengalami hal-hal berikut?

Baca juga: Kenapa Orang Bisa Terjebak Toxic Productivity? Ini yang Terjadi di Otak!

  • Merasa bersalah saat mengambil cuti atau sekadar rebahan.
  • Gelisah ketika tidak ada pekerjaan yang dikerjakan.
  • Sedih karena merasa hidup belum sesuai ekspektasi.
  • Takut tertinggal dari teman-teman yang terlihat “lebih sukses”.
  • Haus akan validasi dan ingin dianggap berharga oleh orang lain.
  • Khawatir masa depan tidak akan berjalan baik jika berhenti sejenak.
  • Merasa diri belum cukup baik, sekeras apa pun sudah berusaha.

Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Kabut yang Puitis, Tenang, dan Penuh Rasa

Jika beberapa poin diatas terasa relate, bisa jadi selama ini kamu bukan sedang mengejar mimpi, melainkan sedang berusaha lari dari rasa takut.

Saat Berhenti, Emosi yang Selama Ini Ditahan Bisa Meledak

Inilah alasan kenapa banyak orang merasa tidak nyaman ketika mencoba memperlambat ritme hidup.

Dalam psikologi, ada istilah “extinction burst”, yaitu kondisi ketika seseorang menghentikan kebiasaan tertentu, tetapi justru merasakan dorongan yang lebih kuat untuk kembali melakukannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sudah Berusaha Keras tapi Tak Kunjung Puas? Ini Alasan Kamu Nggak Pernah Merasa Cukup

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!