Ilustrasi toxic productivity. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak, kamu menutup laptop setelah seharian sibuk, menyelesaikan berbagai tugas, bahkan mengorbankan waktu istirahat, tapi tetap muncul pikiran, “Kayaknya aku belum maksimal deh?”
Kalau jawabannya iya, kamu nggak sendirian!
Di era ketika semua orang terlihat produktif di media sosial, banyak orang tanpa sadar terjebak dalam pola hidup yang menuntut diri sendiri untuk terus bergerak.
Istirahat terasa seperti kemewahan, sementara bersantai malah memicu rasa bersalah.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Kabut dalam Bahasa Inggris yang Estetik dan Penuh Rasa
Fenomena ini dikenal dengan istilah toxic productivity, yaitu kondisi ketika seseorang merasa harus terus produktif tanpa henti demi membuktikan nilai dirinya.
Sekilas, rajin bekerja memang terlihat positif. Namun, ada perbedaan besar antara produktif karena tujuan yang jelas dan produktif karena takut dianggap gagal.
Banyak orang terus memaksa diri bukan karena mereka benar-benar ingin, melainkan karena ada perasaan yang ingin mereka hindari.
Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu pernah mengalami hal-hal berikut?
Baca juga: Kenapa Orang Bisa Terjebak Toxic Productivity? Ini yang Terjadi di Otak!
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Kabut yang Puitis, Tenang, dan Penuh Rasa
Jika beberapa poin diatas terasa relate, bisa jadi selama ini kamu bukan sedang mengejar mimpi, melainkan sedang berusaha lari dari rasa takut.
Inilah alasan kenapa banyak orang merasa tidak nyaman ketika mencoba memperlambat ritme hidup.
Dalam psikologi, ada istilah “extinction burst”, yaitu kondisi ketika seseorang menghentikan kebiasaan tertentu, tetapi justru merasakan dorongan yang lebih kuat untuk kembali melakukannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com