Ilustrasi teman toxic. (freepik)
INDOZONE.ID - Pertemanan seharusnya jadi ruang aman—tempat merasa diterima, dihargai, dan punya sandaran saat butuh dukungan.
Tapi kalau isinya merendahkan, suka ngomongin di belakang, manipulatif, atau cuek, hubungan itu bukan lagi sumber semangat, melainkan beban yang menguras energi, menurunkan percaya diri, dan merusak kesehatan mental maupun fisik.
Jika dibiarkan terlalu lama, pertemanan yang toxic bukan hanya membuat mental lelah, tetapi juga mempengaruhi kondisi tubuh.
Lebih parahnya, Kamu bisa kehilangan keberanian untuk membuka diri pada orang-orang yang sebenarnya tulus dan peduli.
Baca juga: Gen Z Rentan Burnout? Cari Tahu Penyebab dan Solusinya Di sini!
Lalu, apa saja dampak lain dari pertemanan yang toxic?
Dalam pertemanan sehat, Kamu merasa diterima apa adanya. T
api dengan teman toxic, keberadaanmu sering diabaikan, chat tak dibalas, ajakan ditolak, atau baru dicari saat mereka butuh. Akhirnya,
Kamu merasa seperti orang asing di lingkaranmu sendiri.
Ngobrol dengan teman seharusnya membuat hati terasa lebih lega dan bisa tertawa lepas.
Tetapi jika setiap pertemuan justru membuatmu stres, gelisah, atau gampang emosi, artinya pertemanan itu lebih banyak menguras energimu daripada memberimu ketenangan.
Baca juga: Orang dengan Ingatan Terlalu Kuat Justru Rentan Overthinking, Ini Buktinya!
Sahabat sejati mungkin tidak selalu bisa memberi solusi, tapi mereka setidaknya mereka mau mendengarkanmu.
Sedangkan, teman yang toxic berbeda — curhatanmu bisa saja dianggap remeh, bahkan diabaikan begitu saja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline