Ilustrasi mencoba meredakan overthinking. (Magnific)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, tiba-tiba kepikiran hal buruk padahal semuanya baik-baik saja? Baru baca pesan singkat dari atasan, langsung panik. Teman belum membalas chat, langsung merasa ada masalah. Kesalahan kecil yang terjadi bertahun-tahun lalu pun tiba-tiba muncul lagi di kepala saat mau tidur.
Kalau hal seperti ini sering terjadi, bisa jadi sumber stresmu bukan hanya karena banyaknya masalah yang sedang dihadapi. Ada faktor lain yang sering luput dari perhatian: cara kita memperlakukan pikiran sendiri.
Tanpa sadar, banyak orang terjebak dalam kebiasaan mempercayai setiap pikiran yang muncul di kepala. Padahal, tidak semua isi pikiran adalah fakta.
Dalam dunia psikologi, ada istilah yang disebut “metakognisi”. Sederhananya, ini adalah kemampuan untuk menyadari dan memahami bagaimana cara kita berpikir.
Bukan sekadar berpikir, tetapi menyadari bahwa kita sedang berpikir.
Kemampuan ini membuat seseorang mampu mengambil jarak dari isi kepalanya sendiri. Jadi, ketika muncul pikiran seperti, “Aku pasti gagal,” atau “Semua orang pasti menilaiku buruk,” kita tidak langsung menerimanya sebagai kebenaran mutlak.
Sebaliknya, kita mulai bertanya:
“Apa yang membuatku berpikir seperti ini?”
“Apakah reaksiku sebanding dengan situasinya?”
“Benarkah hal yang kutakutkan akan terjadi?”
Pertanyaan sederhana seperti itu ternyata bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi stres yang berlebihan.
Masalahnya, sebagian besar dari kita menjalani hari dengan mode otomatis. Saat menghadapi kritik, konflik, atau situasi yang membuat tidak nyaman, otak langsung bereaksi. Jantung berdebar lebih cepat, pikiran dipenuhi skenario terburuk, dan kecemasan mengambil alih.
Kita jarang berhenti untuk mengecek apakah respons tersebut benar-benar diperlukan. Akibatnya, pikiran negatif terus berputar tanpa henti. Semakin dipikirkan, semakin besar kekhawatiran yang dirasakan.
Inilah yang membuat stres terasa seperti lingkaran yang sulit diputus.
Ilustrasi zodiak yang overthinking (Pexels/Tess Emily Seymour)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com