Ilustrasi overthingking (freepik).
INDOZONE.ID - Di era serba cepat seperti sekarang, rasanya hampir mustahil untuk lepas dari ponsel. Bangun tidur cek notifikasi, istirahat buka media sosial, sebelum tidur pun masih sibuk scrolling tanpa tujuan yang jelas.
Masalahnya, kebiasaan ini sering kali membuat pikiran justru semakin penuh. Informasi datang tanpa henti, berita buruk berseliweran, belum lagi rasa tidak sadar membandingkan hidup sendiri dengan kehidupan orang lain yang terlihat “sempurna” di internet.
Kalau akhir-akhir ini kamu merasa mudah lelah, sulit fokus, atau lebih sering overthinking, mungkin sudah saatnya mencoba bentuk self-care yang lebih sederhana: membaca buku.
Belakangan ini, istilah self-care semakin sering terdengar. Sayangnya, masih banyak yang menganggap self-care harus identik dengan pengeluaran yang besar. Padahal, inti dari self-care bukanlah soal seberapa banyak uang yang dikeluarkan.
Self-care adalah tentang bagaimana seseorang menjaga dirinya agar tetap sehat secara fisik, stabil secara emosional, dan kuat secara mental dalam menghadapi rutinitas sehari-hari. Menariknya, salah satu bentuk self-care yang paling sederhana justru sering terlupakan: menyediakan waktu untuk membaca buku.
Baca juga: 7 Manfaat Kesehatan Membaca Buku, Salah Satunya Meringankan Gejala Depresi
Coba perhatikan, berapa kali dalam sehari tanganmu refleks mengambil ponsel hanya karena bosan?
Alih-alih terus tenggelam dalam timeline media sosial, membawa buku saat bepergian bisa menjadi alternatif yang lebih menenangkan. Buku bertema self-care atau pengembangan diri, misalnya, bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga bisa memberi sudut pandang baru tentang cara memperlakukan diri sendiri dengan lebih baik.
Saat membaca, pikiran cenderung lebih fokus pada satu hal. Aktivitas ini membantu otak beristirahat sejenak dari derasnya arus informasi yang sering kali memicu stres.
Wanita yang sedang membaca buku. (photo/Ilustrasi/Pexels/Thought Catalog)
Membiasakan diri membaca beberapa halaman setiap hari ternyata bisa membawa perubahan positif. Selain membantu meningkatkan konsentrasi, membaca juga dapat membuat seseorang lebih hadir pada momen yang sedang dijalani. Suasana hati bisa menjadi lebih stabil, tingkat kecemasan berkurang, dan pikiran terasa lebih jernih.
Apalagi jika buku yang dibaca berisi pembahasan seputar kesehatan mental, pengelolaan emosi, atau kebiasaan hidup sehat. Tanpa disadari, kamu sedang belajar sekaligus mempraktikkan self-care dalam waktu yang bersamaan.
Baca juga: Buku Jendela Dunia, Ini Tips Biar Semangat Baca Buku
Banyak orang baru menyadari pentingnya menjaga diri ketika sudah merasa kewalahan. Padahal, self-care seharusnya dilakukan sebelum kondisi tersebut terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com