Ilustrasi gigi berlubang (healthline)
INDOZONE.ID - Masalah gigi berlubang tentu saja jangan dianggap hal sepele. Sebab, jika diabaikan, akan berujung pada masalah yang lebih serius.
Seperti yang dialami salah satu teman dari traveler sekaligus penulis buku, Trinity. Ia bercerita bahwa temannya yang merupakan seorang YouTuber, meninggal dunia akibat gigi berlubang yang tidak segera ditangani.
Setelah kondisinya sekitar pipi hingga leher bengkak dan bernanah, teman Trinity akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan divonis mengindap Descending Necrotizing Mediastinitis (DNM).
Baca Juga: Gara-gara Gigi Berlubang, Pria Ini Pipinya Bengkak, Bernanah, hingga Meninggal Dunia
Penjelasan soal DNM
Anggota Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Paulus Januar menjelaskan, descending necrotizing mediastinitis (DNM) bisa menjadi salah satu faktor pemicu kematian pada kasus gigi berlubang.
"DNM sumbernya dapat berasal dari tenggorokan atau dapat pula berasal rongga mulut dan jaringan di sekitar tenggorokan," ucap Paulus Januar dikutip Indozone, Rabu (13/9/2023).
Paulus bilang, penyakit ini merupakan infeksi yang disebabkan bakteri streptokokus dan staphilokokus yang menjalar ke daerah mediastinum atau ruang di antara organ paru-paru.
“Bakteri tersebut sangat berbahaya karena dapat merusak jaringan mediastinum, hingga berujung pada kematian,” katanya.
Paulus mengatakan, penyakit DNM tidak selalu berasal dari infeksi pada jaringan gigi dan mulut. Namun, DNM lebih sering terjadi karena infeksi yang berasal dari daerah tenggorokan.
Ilustrasi gigi berlubang (Freepik/proxyminder)
Selain itu, dari tenggorokan bisa saja menjalar ke daerah mediastinum, kemudian menginfeksi dan merusak jaringan tubuh di daerah tersebut.
Bila berasal dari jaringan gigi dan mulut, ujar Paulus, disebut sebagai infeksi fokal (focal infection). Kondisi menunjukkan bahwa, infeksi di suatu bagian tubuh seperti tenggorokan atau jaringan gigi dan mulut, dapat berdampak pada bagian tubuh lainnya.
"Namun hingga saat ini, konsep infeksi fokal kerap menjadi bahan perdebatan dan masih terus diteliti lebih lanjut," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA