Ilustrasi gangguan bipolar dan mitos serta fakta dibaliknya. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang sering disalahpahami oleh masyarakat. Banyak mitos yang beredar tentang gangguan ini, yang sering kali menyebabkan stigma dan kesalahpahaman terhadap mereka yang mengalaminya.
Berikut 9 mitos dan fakta gangguan bipolar dan nomor 8 paling umum.
Ilustrasi gangguan bipolar. (freepik.com)
Gangguan bipolar, yang sebelumnya dikenal sebagai penyakit manik-depresif atau depresi manik, adalah penyakit mental yang menyebabkan perubahan drastis pada suasana hati, energi, tingkat aktivitas, dan konsentrasi seseorang. Perubahan ini dapat membuat sulit untuk melakukan tugas sehari-hari.
Ada tiga jenis gangguan bipolar. Ketiga jenis ini melibatkan perubahan yang jelas dalam suasana hati, energi, dan tingkat aktivitas. Suasana hati ini berkisar dari periode di mana seseorang merasa sangat "naik," gembira, mudah marah, atau berenergi (dikenal sebagai episode manik) hingga periode di mana seseorang merasa sangat "turun," sedih, tidak peduli, atau putus asa (dikenal sebagai episode depresi). Periode manik yang kurang parah dikenal sebagai episode hipomanik.
Baca Juga: Benarkah Gangguan Bipolar Karena Genetik? Ini Penjelasannya
Ilustrasi gangguan bipolar dan mitos faktanya. (freepik.com)
Sebaliknya, gangguan bipolar dapat didiagnosis dengan cara yang mirip dengan penyakit fisik. Meskipun tidak ada tes fisik yang bisa mengungkapkan gangguan ini, diagnosis gangguan bipolar didasarkan pada kriteria standar.
Diagnosis yang akurat dibuat menggunakan alat seperti riwayat medis dan psikiatri, gejala yang dilaporkan sendiri, perilaku yang dapat diamati, masukan dari teman dan keluarga, riwayat medis keluarga, dan skala penilaian psikiatri tertentu
Gangguan bipolar dapat terjadi pada anak-anak sejak usia enam tahun. Gangguan ini lebih mungkin memengaruhi anak-anak dari orang tua yang memiliki gangguan bipolar. Anak-anak cenderung mengalami perubahan suasana hati yang sangat cepat antara depresi dan mania beberapa kali dalam sehari, sedangkan orang dewasa cenderung mengalami suasana hati yang intens selama beberapa minggu atau bulan.
Perlu dicatat bahwa gangguan bipolar paling baik didiagnosis setelah pemeriksaan pola perilaku historis. Orang tua sebaiknya mendapatkan verifikasi independen dan mempertimbangkan dengan hati-hati diagnosis pada anak yang sangat muda.
Baca Juga: Yudo Andreawan Si Pria Viral Pembuat Onar Rupanya Idap Bipolar
Gangguan bipolar dapat diobati dan dikelola dengan efektif. Lebih dari 30% pasien bipolar bisa mengharapkan pemulihan penuh dan lengkap, sementara 40% lainnya bisa mengharapkan pengurangan gejala yang sangat signifikan. Individu dapat mengalami remisi selama berbagai periode dalam hidup mereka.
Manajemen yang sukses tergantung pada banyak faktor, termasuk pendidikan tentang penyakit ini, komunikasi yang baik dengan profesional yang terlibat dalam perawatan, sistem dukungan yang baik (keluarga dan teman), dan kepatuhan pada rencana perawatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Heretohelp.bc.ca