Ilustrasi sedot lemak dan penjelasan lengkapnya. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Sedot lemak adalah prosedur kosmetik untuk menghilangkan lemak dari area tubuh tertentu. Meskipun bukan solusi untuk penurunan berat badan, sedot lemak dapat membantu memperbaiki bentuk tubuh dengan mengatasi lemak yang sulit hilang.
Berikut penjelasan lengkap sedot lemak dari manfaat, fungsi, hasil dan risikonya.
Ilustrasi sedot lemak serta fakta dan mitos dibelakangnya. (freepik.com)
Sedot lemak, juga dikenal dengan nama lipoplasty, liposculpture suction, lipectomy, atau lipo, adalah jenis operasi kosmetik yang bertujuan untuk menghilangkan lemak dari tubuh.
Prosedur ini sering dilakukan pada area seperti perut, paha, bokong, leher, dagu, bagian atas dan belakang lengan, betis, serta punggung.
Dalam prosesnya, lemak diambil menggunakan alat berongga yang disebut kanula, yang dimasukkan di bawah kulit. Kemudian, alat penyedot dengan tekanan tinggi diterapkan pada kanula untuk menghisap lemak tersebut.
Sedot lemak adalah operasi kosmetik yang paling umum di Amerika Serikat, dengan lebih dari 300.000 prosedur dilakukan setiap tahunnya dengan biaya berkisar antara USD2.000 hingga USD3.500 (Rp32,5 juta-Rp56,8 juta).
Sedot lemak bukanlah metode penurunan berat badan secara keseluruhan. Biasanya, orang yang menjalani sedot lemak memiliki berat badan yang stabil namun ingin menghilangkan penumpukan lemak yang tidak diinginkan pada bagian-bagian tertentu dari tubuh.
Sedot lemak tidak mengatasi selulit, bekas luka, atau stretch mark. Tujuannya adalah hal estetika tubuh, yaitu untuk mengubah dan memperindah kontur tubuh.
Prosedur ini menghilangkan sel-sel lemak secara permanen, yang dapat mengubah bentuk tubuh. Namun, jika pasien tidak menjalani gaya hidup sehat setelah operasi, ada risiko bahwa sel-sel lemak yang tersisa dapat membesar. Jumlah lemak yang dapat dihilangkan dengan aman juga memiliki batasan.
Ada beberapa risiko, termasuk infeksi, kebas, dan jaringan parut. Jika terlalu banyak lemak yang dihilangkan, akan ada benjolan atau cekungan pada kulit. Risiko bedah juga berkaitan dengan jumlah lemak yang dihilangkan.
Baca Juga: Sedot Lemak Selama Kehamilan dan Menyusui, Amankah?
Ilustrasi sedot lemak. (freepik.com)
Sedot lemak umumnya dilakukan untuk meningkatkan penampilan daripada memberikan manfaat kesehatan fisik. Banyak orang mungkin mencapai hasil yang sama atau bahkan lebih baik dengan melakukan gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang, olahraga teratur, dan jadwal tidur yang sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medicalneswtoday.com