INDOZONE.ID - Langkah Presiden Donald Trump untuk menarik Amerika Serikat dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin, 20 Januari 2025 memberikan pukulan besar terhadap anggaran organisasi tersebut.
Keputusan ini juga berarti bahwa, WHO kehilangan salah satu mitra kunci dalam menangani ancaman kesehatan global, yang sebelumnya didukung penuh AS. Sebenarnya, Trump telah berusaha keluar dari WHO pada masa jabatan pertamanya.
Namun, langkah tersebut dibatalkan mantan Presiden Joe Biden sebelum sempat berlaku. Kini, penarikan keanggotaan AS dari WHO akan resmi efektif setahun setelah pemberitahuan formal diterima Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca Juga: AS Pilih Mundur dari Keanggotaan, WHO: Kita Lihat Konsekuensinya
Di sisi lain, Trump juga telah mencalonkan Robert F. Kennedy, yang dikenal sebagai skeptis vaksin sekaligus pengkritik tajam WHO, untuk posisi Menteri Kesehatan AS.
WHO menyatakan, penyesalannya atas keputusan ini dan berharap agar pemerintah AS mempertimbangkan ulang keputusan tersebut.
Ilustrasi bendera Amerika Serikat. (freepik.com)
Menurut WHO, Amerika Serikat selama ini memiliki peran yang sangat krusial dalam membantu organisasi tersebut, untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat di seluruh dunia.
AS telah memberikan kontribusi besar dalam memerangi penyakit seperti polio, Ebola, serta wabah Mpox di Republik Demokratik Kongo, dan virus Marburg di Rwanda pada tahun lalu.
Selain itu, kolaborasi AS dengan WHO juga memainkan peran utama dalam memerangi penyebaran HIV di tingkat global.
Namun, melalui perintah eksekutifnya, Trump memerintahkan penghentian transfer dana ke WHO dan menarik staf pemerintah atau kontraktor AS yang bekerja dengan organisasi tersebut.
Jika keputusan ini diterapkan, AS akan menjadi satu-satunya anggota PBB selain Liechtenstein yang bukan bagian dari WHO.
Baca Juga: WHO Sebut Butuh 163 Triliun untuk Bangun Kembali Sistem Kesehatan di Gaza
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Channelnewsasia.com