Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 08:05 WIB

Apakah Permen Karet Benar-Benar Butuh 7 Tahun untuk Dicerna Tubuh?

Author

Mengunyah permen karet (Pexels/RF._.studio)

INDOZONE.ID - Kamu pasti pernah denger kan mitos: “Jangan ditelan permen karet, nanti bakal nyangkut di perut 7 tahun!” 

Nah, di artikel ini kita bakal kulik fakta di balik mitos itu. Yuk, kita bongkar rahasianya bareng-bareng!

Mitos: “Permen karet akan menetap di perut selama 7 tahun”

Sejak lama, anak-anak sering diperingatkan untuk nggak menelan permen karet karena katanya si “gum” bakal nyangkut di perut selama tujuh tahun. 

Tapi, menurut berbagai sumber internasional, mitos itu sama sekali nggak benar.

Baca juga: Asal-Usul Fenomena Kopi Pangku Jadi Praktik Prostitusi Terselubung

Kenapa muncul mitos ini?

Beberapa alasan kenapa mitos ini bisa nyebar luas:

  • Bahan dasar permen karet (gum base) memang sulit atau nyaris nggak bisa dicerna, jadi terkesan “keras” dan “tetap” di saluran pencernaan.
  • Orang tua atau guru kadang pakai mitos ini untuk mencegah anak menelan permen karet karena takut bahaya.
  • Teksturnya yang rubbery dan licin bikin seolah-olah bisa “melekat” di perut dan butuh waktu lama untuk hilang.

Baca juga: Momen Haru OB Kantor Siapkan Kue Ulang Tahun Ternyata untuk Dirinya Sendiri

Fakta: Apa yang sebenarnya terjadi jika kamu menelan permen karet?

Sebagian besar komponen permen karet, seperti pemanis, perisa, dan pewarna bisa dicerna atau diserap tubuh. 

Yang tidak bisa dicerna hanyalah gum base, bahan sintetis yang bikin permen karet kenyal.

Meski gum base nggak bisa dicerna, tubuh kita punya sistem yang efisien untuk mendorong “benda tak tercerna” lewat usus, akhirnya dibuang lewat tinja dalam beberapa hari, bukan bertahun-tahun.

Jadi, kalau kamu nggak sengaja menelan satu potong permen karet, besar kemungkinan itu bakal keluar bareng proses buang air besar normal beberapa hari kemudian.

Baca juga: 111 Caption Bahasa Inggris tentang Korea, Singkat Aesthetic!

Tapi, Ada kondisi di mana bisa jadi berbahaya

Walaupun jarang, ada beberapa kasus di mana menelan permen karet dalam jumlah banyak atau sering bisa menyebabkan penyumbatan usus (intestinal blockage), terutama pada anak-anak. 

Contohnya, kalau anak kecil menelan banyak permen karet ditambah benda tak tercerna lain, bisa terbentuk massa yang menghambat saluran pencernaan.

Jadi intinya, kebiasaan menelan permen karet lebih dari sekali memang punya risiko, terutama pada anak atau orang dengan kondisi tertentu.

Apa artinya buat kita yang sering mengunyah karet?

Kalau kamu kadang-kadang nggak sengaja menelan satu potong permen karet, jangan panik, besar kemungkinan tubuhmu bisa mengatasinya dengan lancar.

Baca juga: Daripada Gosipin Teman Mending Laporkan Kebaikannya, Manfaatnya Apa Sih?

Tapi jangan dijadikan kebiasaan menelan terus-menerus nggak baik, bukan karena “7 tahun di perut”, tapi karena potensi penyumbatan atau efek samping lain.

Selalu buang permen karet di tempat sampah, jangan ditelan. Selain alasan pencernaan, ini juga baik buat lingkungan, karena karet yang dibuang sembarangan bisa nyangkut di mana-mana.

Untuk anak kecil (terutama yang belum paham bahaya), sebaiknya diawasi supaya tidak menelan permen karet atau benda kecil lainnya.

Oke, jadi kesimpulannya: mitos “permen karet butuh 7 tahun untuk dicerna” tidak benar. Tubuh kita cukup efisien untuk mengeluarkan benda tak tercerna seperti gum base dalam beberapa hari.

Baca juga: 111 Caption Singkat tentang Jepang, Keren dan Aesthetic!

Tapi, ini bukan berarti bisa bebas-bebas menelan permen karet, kebiasaan buruk tetap punya risiko sendiri. Jadi, tetap bijak dan buang permen karet di tempat sampah, ya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU