Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 20:30 WIB

Mengapa Wanita Butuh Lebih Banyak Tidur Dibandingkan Pria? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Author

Ilustrasi wanita tidur menggunakan makeup. (freepik)

INDOZONE.ID - Tidak ada angka spesifik yang didukung penelitian mengenai berapa jam tidur yang dibutuhkan wanita dibandingkan dengan pria. Tetapi sains mengungkapkan bahwa wanita membutuhkan lebih banyak waktu tidur dibandingkan pria karena otak mereka bekerja lebih keras sepanjang hari. Temuan ini diungkap oleh para peneliti di Sleep Research Center, Universitas Loughborough, Inggris.

Profesor Jim Horne menjelaskan bahwa otak wanita memiliki koneksi yang lebih kompleks, sehingga kebutuhan tidurnya sedikit lebih besar. “Wanita cenderung melakukan banyak tugas sekaligus dalam satu waktu dan lebih fleksibel. Hal itu membuat otak mereka bekerja lebih keras dibandingkan pria,” ujarnya.

Hal ini juga diamini oleh Sarah Eates, seorang wanita asal Shaler, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia mengatakan, “Kami melakukan lebih banyak hal sepanjang hari, jadi wajar jika tubuh kami membutuhkan waktu istirahat yang lebih lama untuk pulih.”

Baca juga:  Penyebab Wanita Butuh Lebih Banyak Tidur daripada Pria: Jangan Marah jika Pasangan Kamu Ngantukan, Yah!

Penelitian yang melibatkan lebih dari 200 partisipan itu menemukan bahwa wanita membutuhkan waktu tidur tambahan sekitar 20 menit lebih lama setiap malam. Sementara itu, waktu tidur optimal bagi kebanyakan orang adalah setidaknya enam jam per malam.

Profesor Horne menambahkan bahwa kurang tidur dapat berdampak langsung pada kesehatan mental dan fisik wanita. “Pada wanita, kurang tidur sangat berkaitan dengan tingkat stres psikologis yang lebih tinggi, serta munculnya perasaan depresi, permusuhan, dan amarah. Sementara pada pria, hubungan ini tidak terlalu signifikan,” jelasnya.

Selain itu, wanita juga 40% lebih berisiko mengalami insomnia dan hampir dua kali lebih mungkin didiagnosis dengan gangguan kecemasan atau depresi dibandingkan pria. Individu dengan insomnia cenderung mengalami kesulitan tidur, tidur tidak teratur, dan rasa kantuk berlebihan di siang hari.

Siklus tidur-bangun wanita sangat dipengaruhi oleh perubahan hormon, yang memengaruhi rasa lelah, kewaspadaan, dan nafsu makan. Perubahan hormonal ini terjadi setiap bulan dan sepanjang hidup mereka, memengaruhi ritme sirkadian serta kebutuhan tidur.

Ilustrasi wanita tidur (Freepik/tirachardz)

Wanita biasanya lebih sulit tidur pada masa menstruasi, kehamilan, dan menopause.

  • Saat menstruasi, gangguan tidur muncul akibat kram, sakit kepala, dan perut kembung.
  • Saat hamil, mereka lebih rentan mengalami depresi, sleep apnea, nyeri, hingga inkontinensia yang mengganggu kualitas tidur.
  • Sementara pada masa menopause, hingga 85% wanita mengalami hot flashes atau rasa panas berlebihan yang membuat mereka sering terbangun di malam hari dalam kondisi berkeringat.

Menariknya, studi juga menemukan bahwa wanita cenderung lebih mudah tertidur dan menghabiskan lebih banyak waktu dalam tidur nyenyak dibanding pria. Namun, kondisi ini berubah setelah menopause, ketika mereka justru membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dan mengalami penurunan kualitas tidur.

Baca juga: Penelitian Baru: Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung pada Wanita

Beberapa penelitian lain juga menunjukkan bahwa wanita lebih sering tidur siang, yang menambah total waktu tidur mereka dalam sehari. Meski begitu, kebiasaan tidur siang terlalu lama bisa membuat tidur malam menjadi kurang nyenyak.

Untuk meningkatkan kualitas tidur, para ahli menyarankan agar wanita:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Menetapkan jadwal tidur dan bangun yang konsisten.
  • Membatasi konsumsi kafein dan alkohol.
  • Menjaga kualitas lingkungan tidur.
  • Melakukan rutinitas relaksasi sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca buku, minum minuman hangat, menggunakan aromaterapi, atau mendengarkan musik yang menenangkan.

Selain itu, membatasi penggunaan ponsel sebelum tidur juga sangat penting agar tubuh dan pikiran bisa lebih mudah beristirahat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cbsnews, Sleepfoundation.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU