INDOZONE.ID - Pernah nggak sih Kamu bangun dari tidur lalu mikir, “Wah, mimpi itu terasa kayak nyata banget!”
Sampai suara alarm pun masih terasa kayak bagian dari mimpi?
Rasanya seperti Kamu benar-benar mengalami kejadian itu, lengkap dengan emosi, visual, bahkan terkadang perasaan fisik seperti jatuh atau terkejut.
Tapi, kenapa mimpi bisa terasa begitu nyata? Apa yang terjadi di dalam otak kita sampai pengalaman tidur bisa selengkap itu?
Tenang walaupun terdengar mistis, ternyata ilmuwan sudah punya penjelasan yang cukup masuk akal secara ilmiah.
Baca juga: Buku 'Broken Strings' Aurelie Moeremans Bercerita tentang Apa? Ini Gambaran Lengkapnya
Yuk kita bahas secara santai tapi tetap berbasis sains!
Apa Itu Mimpi dan Kenapa Kita Mengalaminya?
Sebelum bahas soal kenapa mimpi bisa terasa nyata, kita perlu ngerti dulu sebenarnya mimpi itu apa.
Mimpi adalah pengalaman yang terjadi di dalam pikiran saat kita tidur.
Isinya bisa macam-macam, seperti gambar, suara, perasaan, bahkan emosi yang kadang terasa kuat banget.
Walaupun tubuh kita lagi istirahat, otak justru tetap aktif, kadang aktivitasnya mirip seperti saat kita lagi bangun.
Baca juga: Panduan Ukuran Kertas Lengkap A4 sampai KTP Berdasarkan Standar ISO
Kebanyakan mimpi yang kita ingat muncul di fase tidur REM (Rapid Eye Movement).
Di fase ini, otak bekerja cukup intens, tapi tubuh kita dibuat “mati sementara” supaya kita nggak ikut bergerak sesuai mimpi.
Para ahli percaya mimpi bisa muncul karena banyak hal.
Bisa jadi otak lagi mengolah ingatan, emosi, atau sekadar “beres-beres” informasi yang dianggap nggak penting.
Sampai sekarang, belum ada jawaban pasti kenapa manusia bermimpi, tapi yang jelas, fase tidur dan aktivitas otak punya peran besar dalam proses ini.
Baca juga: Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab 16 Januari 2026, Lengkap dengan Keutamaannya
REM Sleep: Kunci di Balik Mimpi yang Terasa Nyata
Salah satu alasan kenapa mimpi bisa terasa nyata banget adalah karena mimpi paling kuat biasanya muncul saat kita masuk fase REM sleep.
Di fase ini, beberapa hal penting terjadi:
- Aktivitas otak hampir sama aktifnya seperti saat kita bangun.
- Otak lagi sibuk banget ngolah memori dan emosi.
- Gambar dan suara yang “dirasakan” otak bisa terasa sejelas pengalaman di dunia nyata.
Coba bayangkan begini, otak Kamu masih “nyala penuh”, terutama bagian yang mengatur penglihatan dan perasaan.
Baca juga: 35 Ucapan Isra Miraj 2026 Penuh Doa, Hikmah, dan Keberkahan
Tapi di saat yang sama, sinyal dari dunia luar, kayak suara sekitar atau sentuhan lagi diputus sementara.
Akhirnya, otak cuma pakai bahan dari dalam dirinya sendiri, lalu menyusunnya jadi cerita yang detail banget.
Itulah kenapa, saat bermimpi, semuanya bisa terasa hidup dan nyata.
Apa Itu Vivid Dream dan Kenapa Bisa Terasa Lebih Realistis?
Kalau Kamu pernah bangun tidur dan masih bisa mengingat mimpi dengan sangat jelas, besar kemungkinan itu yang disebut vivid dream atau mimpi yang terasa hidup banget.
Di vivid dream, mimpi bisa terasa detail sekali.
Baca juga: Nemawashi, Cara Jepang "Menyingkirkan" Pohon untuk Ruang Pembangunan
Kamu bisa melihat warna dan bentuk dengan jelas, mendengar suara, bahkan sebagian orang merasa seperti ada sensasi fisik, padahal tubuhnya sama sekali nggak bergerak.
Banyak yang bilang rasanya seperti lagi nonton film, atau malah benar-benar mengalami kejadian nyata.
Menurut Healthline, vivid dream terjadi karena otak lagi bekerja sangat aktif saat fase REM, terutama dalam mengolah memori, emosi, dan visual.
Hal-hal seperti stres, perubahan jam tidur, atau konsumsi obat tertentu juga bisa bikin mimpi jadi lebih intens dan mudah diingat.
Baca juga: Bertemu Gubernur Maluku Utara, Siswa Keluhkan Guru Jarang Hadir dan Jam Kosong
Peran Neurotransmitter: Otak Seolah “Nyala Terang” Saat Bermimpi
Selain fase tidur, ada juga peran zat kimia di otak yang bikin mimpi terasa nyata.
Salah satunya adalah neurotransmitter bernama acetylcholine (ACh).
Zat ini biasanya berperan dalam memori dan kewaspadaan, dan saat fase REM, kadarnya justru tinggi banget.
Akibatnya, bagian otak yang bertugas membentuk ingatan dan visual jadi bekerja ekstra keras saat kita bermimpi.
Begitu mimpi dimulai, otak seolah “terpancing penuh” untuk menciptakan detail, gambar, suasana, dan alur kejadian dengan sangat jelas.
Baca juga: Rayakan Isra Miraj, Menag Dorong Umat Perkuat Spiritual di Era Modern
Rasanya jadi kayak pengalaman sungguhan. Ibarat nonton film super realistis di dalam kepala, dan Kamu bukan cuma penonton, tapi juga tokoh utamanya.
Kenapa Kita Bisa Ingat Mimpi Itu?
Yang bikin mimpi terasa nyata juga bukan cuma karena saat tidur kita mengalaminya, tapi juga karena kita bisa mengingat detailnya.
Hal ini biasanya terjadi kalau kita bangun tepat saat atau sesudah fase REM.
Otak masih “hangat” dengan detail mimpi itu sehingga bisa diingat dengan jelas setelah bangun.
Baca juga: Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan pada Makhluk Hidup
Kadang pula memori mimpi terasa sangat nyata karena emosinya kuat, misalnya mimpi mengejar sesuatu, atau bertemu kembali dengan seseorang yang Kamu rindukan.
Emosi yang kuat ini membantu otak menyimpan recuerdos mimpi lebih mendalam di memori jangka pendek.
Lucid Dream: Mimpi yang Kamu Sadari dan Bisa Kontrol
Kalau vivid dream sudah terasa nyata banget, lucid dream itu tingkatnya bahkan lebih tinggi lagi, karena di fase ini Kamu sadar bahwa sebenarnya Kamu sedang bermimpi.
Lucid dreaming terjadi ketika area otak yang terkait dengan kesadaran masih aktif meskipun tubuh sedang tidur.
Dalam lucid dream, orang sering merasa punya kontrol atas alur mimpi, seperti tahu kalau itu cuma mimpi, atau bahkan bisa mengubah isi mimpinya sendiri.
Baca juga: Jadwal Lengkap Imsakiyah Ramadhan 1447 H untuk Wilayah Jakarta
Hal ini karena gelombang otak tertentu yang biasanya aktif saat sadar juga masih berjalan ketika mimpi berlangsung.
Mimpi yang Terasa Nyata Itu Normal, Asal Tidak Terus Menerus
Jangan khawatir kalau Kamu pernah ngalamin mimpi yang terasa nyata; ini adalah bagian normal dari pengalaman tidur manusia.
Beberapa faktor bisa bikin mimpi jadi lebih intens, seperti:
- Stres atau kecemasan tinggi, yang bikin mimpi lebih emosional dan detail.
- Tidur nggak teratur, yang bikin fase REM lebih panjang atau sering terganggu.
- Obat tertentu, termasuk antidepressant, bisa mempengaruhi pola mimpi.
Tapi kalau Kamu merasa mimpi itu ganggu tidurmu, bikin Kamu sering terbangun atau malah bikin Kamu takut tidur, sebaiknya bicarakan sama profesional kesehatan.
Baca juga: Mirip Adegan Avatar, Ikan yang Hampir Mati Ini Kembali Hidup Usai Dikelilingi Ikan Lain
Jadi intinya, mimpi itu bukan cuma gambar acak di kepala.
Mimpi bisa terasa hidup karena otak kita sedang menjalankan semacam simulasi pengalaman, caranya mirip banget seperti saat kita lagi sadar.
Dulu orang mengira mimpi adalah pesan dari dewa atau pertanda masa depan, tapi sekarang sains melihatnya sebagai bagian dari cara otak mengolah memori, emosi, dan pengalaman hidup.
Kalau Kamu sering mengalami mimpi yang terasa nyata, itu bukan hal aneh sama sekali.
Itu cuma tanda kalau otakmu lagi bekerja cukup intens, sementara tubuhmu justru sedang benar-benar istirahat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber