INDOZONE.ID - Kalau kamu sering lihat tanda “Dilarang Foto dan Video” di area imigrasi bandara, pasti pernah bertanya-tanya, kenapa ya nggak boleh memotret atau merekam?
Sebenarnya, larangan itu bukan cuma aturan buat nyusahin traveler.
Ada beberapa alasan penting di baliknya: mulai dari keamanan nasional, privasi penumpang, sampai efisiensi proses pemeriksaan imigrasi.
Semua hal itu bikin penggunaan kamera dan smartphone di area ini harus dibatasi.
Baca juga: Tips Perawatan Rambut untuk Hijabers agar Tetap Sehat dan Tidak Mudah Rontok
Larangan Foto dan Video di Imigrasi Itu Nyata dan Bersifat Umum
Di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, Jepang, dan lainnya, larangan foto dan video di area imigrasi (passport control) bukan cuma aturan sekenanya atau buat ribetin traveler.
Kebijakan ini biasanya dibuat oleh otoritas bandara atau instansi keamanan sebagai bagian dari protokol untuk menjaga informasi sensitif dan privasi penumpang.
Di area pemeriksaan paspor, kamu biasanya bakal lihat papan peringatan atau bahkan langsung diingatkan petugas untuk menyimpan dulu handphone sebelum antre.
Jadi, ini bukan kebetulan atau aturan asal-asalan, semua ada alasan kuat di baliknya.
Baca juga: Urgensi Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Cara Menentukan Prioritas
1. Keamanan Nasional dan Informasi Sensitif
Salah satu alasan paling utama kenapa foto dan video dilarang di area imigrasi adalah keamanan nasional.
Imigrasi dan pemeriksaan paspor adalah bagian dari garis pertahanan pertama suatu negara terhadap ancaman internasional seperti terorisme, penyelundupan manusia, dan perdagangan ilegal.
Ketika seseorang mengambil foto atau rekam video, secara tidak sengaja mereka bisa menangkap layout pos pemeriksaan, proses kerja petugas, posisi kamera pengawas, atau detail teknologi identifikasi biometrik yang digunakan.
Baca juga: Kocak, Seorang Ibu Tepok Jidat Kurir yang Lagi Tanya Alamat
Informasi ini, jika tersebar di internet, bisa disalahgunakan oleh pihak yang berniat buruk untuk mencari celah dalam sistem keamanan.
Bayangkan kalau seseorang mengabadikan petugas imigrasi lagi memindai paspor, merekam wajah, atau menampilkan layar komputer yang menampilkan data pribadi.
Data seperti nama, nomor paspor, atau bahkan biodata visual bisa terekam dan berpotensi digunakan untuk pencurian identitas atau kejahatan siber.
Makanya banyak aturan internasional yang secara eksplisit melarang foto atau video di area pemeriksaan semacam ini.
Baca juga: Purposive Sampling: Pengertian, Tujuan, Contoh, Kelebihan, dan Kekurangannya
2. Menjaga Privasi Penumpang yang Lain
Selain soal keamanan, area imigrasi itu penuh dengan informasi pribadi dan data sensitif penumpang lain.
Ketika kamu antre buat diperiksa, paspor kamu berisi wajah, nama lengkap, tanggal lahir, dan data penting lainnya.
Jika ada orang mengambil foto atau video secara bebas di area tersebut, bisa saja secara nggak sengaja data milik orang lain ikut terekam.
Beberapa aturan melarang perekaman ini untuk melindungi privasi penumpang lain yang sedang antre atau sedang melintas.
Bayangkan kamu lagi antre dan tanpa sadar wajah serta data di paspor kamu terekam di video orang lain yang kemudian diunggah ke media sosial.
Baca juga: Lafaz Astaghfirullahaladzim dalam Bahasa Arab dan Keutamaannya
Ini krusial karena data tersebut bisa menjadi target bagi mereka yang memanfaatkan informasi personal untuk hal-hal ilegal.
Oleh karena itu banyak otoritas imigrasi memilih cara yang paling aman, yaitu melarang semua memfoto dan memvideo di area itu demi privasi bersama.
3. Efisiensi Proses Pemeriksaan Imigrasi
Selain alasan keamanan dan privasi, larangan foto dan video di area imigrasi juga dibuat supaya proses pemeriksaan berjalan lebih cepat dan lancar.
Area imigrasi biasanya dipadati traveler, terutama saat peak season liburan.
Aktivitas foto dan video bisa membuat antrean jadi macet, karena orang berhenti di area sensitif untuk mengabadikan momen atau scene tertentu.
Hal ini otomatis bisa memperlambat proses pemeriksaan paspor dan visa.
Baca juga: Kelomang Makan Apa? Ini Jenis Makanan dan Tips Merawatnya
Area pemeriksaan paspor idealnya adalah zona di mana traveler fokus pada petugas dan dokumennya, bukan pada kamera.
Ketika orang berhenti untuk mengambil foto atau video, selain mengganggu alur kerja petugas, juga bisa membuat traveler lain merasa kurang nyaman.
Dengan aturan yang jelas, baik traveler maupun staf imigrasi bisa menjalankan tugasnya tanpa gangguan.
4. Respek terhadap petugas dan profesionalisme
Pemeriksaan imigrasi adalah pekerjaan yang kompleks dan kadang memerlukan konsentrasi tinggi dari petugas yang bertugas.
Baca juga: Rest in Peace Artinya Apa? Ini Makna, Sejarah, dan Contoh Ucapan RIP
Dengan dilarangnya foto dan video, petugas imigrasi bisa bekerja tanpa terganggu.
Banyak instansi di dunia juga menganggap larangan ini sebagai bentuk menjaga profesionalisme dan menghormati tugas staf imigrasi yang sedang menjalankan tugas mereka.
Kalau traveler suka foto atau bikin vlog sambil menunggu giliran pemeriksaan, tanpa sadar ini bisa membuat petugas merasa tak nyaman atau terganggu.
Oleh karena itu, aturan dasar ini diterapkan di banyak bandara internasional agar lingkungan kerja tetap kondusif dan fokus pada keamanan serta pelayanan.
Baca juga: Driver Taksi Online Ini Tegur Dua Penumpang yang Diduga Mesum di Kursi Belakang Mobil
5. Risiko Hukum dan Konsekuensi Pelanggaran
Kalau kamu tetap nekat foto atau video padahal ada tanda larangan, konsekuensinya bisa beragam tergantung kebijakan negara atau bandara tersebut.
Di beberapa kasus, petugas bisa meminta kamu untuk menghapus rekaman atau foto, atau bahkan bisa saja meningkatkan level pemeriksaan terhadapmu.
Ada juga kasus di mana traveler harus menghadapi denda atau pemeriksaan tambahan karena dianggap melanggar aturan di zona sensitif.
Meski tidak semua tempat memiliki aturan hukum yang sama persis, satu hal yang pasti, ikut aturan lebih bijak daripada nantinya bikin repot diri sendiri di tengah perjalanan internasional.
Baca juga: Momen Haru, Sejumlah Siswa Suapi Anak Spesial dengan Makanan Jatah MBG
Jadi, Boleh Foto di Bandara atau Tidak?
Penting dicatat bahwa larangan foto dan video bukan berarti kamu dilarang memotret di seluruh area bandara.
Banyak bagian bandara seperti terminal umum, area tunggu setelah imigrasi, atau ruang komersial justru bisa kamu foto sepuasnya sebagai bagian dari dokumentasi liburan atau pengalamanmu.
Larangan foto biasanya hanya berlaku di area pemeriksaan imigrasi, check-in, atau area lain yang dinyatakan sebagai zona keamanan terbatas, terutama jika ada tanda “No Photography” yang jelas.
Larangan foto dan video di area imigrasi itu bukan aturan nyeleneh yang cuma bikin traveler kesel.
Baca juga: Saat Hidup Terasa Ambruk, Ini Kekuatan Kalimat “Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil”
Di balik itu semua ada alasan kuat yang berkaitan dengan keamanan nasional, privasi penumpang, efisiensi pemeriksaan, dan profesionalisme petugas imigrasi.
Jadi sebelum ambil kamera atau cekrek sana sini di area pemeriksaan paspor, pastikan kamu tahu aturan yang berlaku biar perjalananmu tetap lancar tanpa drama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber