INDOZONE.ID - Salah satu generasi yang paling sering dibahas sampai sekarang adalah Generasi ini dianggap punya pengaruh besar di banyak bidang, mulai dari pendidikan, bisnis kreatif, sampai perkembangan sosial dan politik di masa depan.
Baca juga: Cara Membangun Hubungan yang Sehat: Komunikasi, Kedekatan Emosional, dan Kesehatan Mental
Apa Itu Generasi Milenial?
Generasi milenial atau biasa juga disebut sebagai Generasi Y adalah kelompok orang yang lahir sekitar tahun 1980 sampai 2000.
Istilah generasi milenial pertama kali dikenalkan oleh peneliti demografi William Strauss dan Neil Howe. Mereka memakai istilah ini untuk menggambarkan generasi yang tumbuh di masa peralihan menuju era digital.
Generasi ini lahir setelah Generasi X, dan sebelum Generasi Z. Uniknya, mereka sempat merasakan dua zaman sekaligus. Waktu kecil, teknologi belum secanggih sekarang.
Tapi ketika mereka mulai beranjak dewasa, teknologi justru berkembang sangat cepat. Internet mulai booming, komputer semakin umum dipakai, sampai smartphone dan media sosial.
Makanya, generasi milenial sering dianggap sebagai generasi yang cukup cepat beradaptasi dengan teknologi.
Sebagian besar milenial juga merupakan anak dari generasi Baby Boomers, yaitu generasi yang lahir setelah Perang Dunia II sekitar tahun 1946–1964. Generasi ini dikenal sebagai generasi pekerja keras yang berusaha membangun kembali kondisi ekonomi setelah masa perang.
Baca juga: Menaker Ajak Gen Z dan Milenial Perkuat Daya Saing Lewat Konsep “Triple Readiness”
Sementara itu, sebelum milenial ada Generasi X, yang dikenal punya karakter mandiri, tangguh, dan cukup realistis dalam menjalani kehidupan.
Karakteristik Generasi Milenial
Setiap orang tentu punya kepribadian yang berbeda-beda. Tapi secara umum, ada beberapa ciri yang sering dikaitkan dengan generasi milenial.
1. Cara Komunikasi
Jika dibanding generasi sebelumnya, generasi milenial biasanya punya gaya komunikasi yang lebih santai. Mereka juga lebih terbuka dalam menyampaikan pendapat, baik di lingkungan kerja maupun di media sosial.
2. Dekat dengan Teknologi
Generasi milenial termasuk generasi yang hidup di masa perkembangan teknologi digital. Mulai dari email, SMS, sampai media sosial sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
3. Aktif Media Sosial
Media sosial jadi salah satu hal yang cukup melekat di kehidupan generasi milenial. Misalnya lagi nongkrong di tempat menarik, jalan-jalan, atau sekadar kumpul bareng teman, biasanya langsung foto dulu. Setelah itu upload ke media sosial.
Selfie, story, atau posting momen sehari-hari jadi hal yang cukup biasa buat generasi ini.
4. Terbuka dengan Perubahan
Generasi milenial biasanya lebih terbuka terhadap perubahan sosial, politik, maupun ekonomi. Mereka juga cukup cepat merespons isu-isu yang sedang terjadi di sekitar mereka.
Baca juga: Prolog adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penggunaannya dalam Karya Tulis
5. Sering Cari Informasi di Internet
Jika dulu orang lebih sering mencari informasi lewat buku atau televisi, generasi milenial biasanya langsung buka internet.
Bagi mereka, cari informasi lewat Google, artikel online, atau e-book terasa jauh lebih praktis dibanding harus baca buku fisik yang tebal.
Kelebihan Generasi Milenial
Walaupun sering jadi bahan perdebatan, generasi milenial sebenarnya punya cukup banyak kelebihan.
- Kreatif dan inovatif
- Fleksibel menghadapi perubahan
- Mandiri dan kritis
Kelemahan Generasi Milenial
Selain punya banyak kelebihan, generasi milenial juga punya beberapa tantangan.
- Mudah bosan
- Kurang suka aturan yang terlalu kaku
- Mudah ikut tren
- Masih belajar mengatur keuangan
Di usia produktif, banyak milenial yang masih belajar mengelola keuangan dengan lebih bijak. Gaya hidup yang cukup dinamis kadang membuat pengeluaran jadi lebih besar dibanding perencanaan jangka panjang.
Baca juga: Sering Cemas Tanpa Sebab? Teknik 3-3-3 Ini Bisa Bikin Pikiran Tenang dalam Hitungan Detik
Di satu sisi, generasi milenial punya banyak kelebihan seperti kreatif, fleksibel, dan terbiasa berpikir kritis.
Namun di sisi lain, mereka juga punya tantangan seperti mudah bosan, kurang suka aturan yang terlalu kaku, dan kadang masih belajar mengatur keuangan dengan lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Institut Tazkia