Sabtu, 21 MARET 2026 • 20:20 WIB

Biar Tetap Hemat, Ini Panduan Lengkap Besaran THR Anak yang Ideal saat Lebaran

Author

Ilustrasi THR. (Freepik)

INDOZONE.ID - Momen lebaran tidak hanya identik dengan silaturahmi dan hidangan khas, tetapi juga tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR), khususnya kepada anak-anak. 

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui standar besaran THR yang sesuai berdasarkan usia anak, sekaligus menerapkan strategi agar tetap hemat tanpa mengurangi makna berbagi.

Mengapa Penting Menentukan Besaran THR dengan Bijak?

Ilustrasi THR (Freepik )

Memberikan THR seharusnya bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan juga sarana edukasi keuangan bagi anak. Dengan nominal yang tepat, anak dapat belajar memahami nilai uang, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta mulai membangun kebiasaan menabung.

Jika THR diberikan terlalu besar tanpa arahan, anak bisa terbiasa menghabiskan uang secara impulsif. Sebaliknya, jika diberikan secara bijak dan disertai edukasi, momen ini bisa menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan finansial yang sehat.

Selain itu, menyesuaikan nominal THR juga penting agar tidak mengganggu stabilitas keuangan pribadi, terutama setelah pengeluaran besar selama Ramadan dan persiapan Lebaran.

Baca juga: Aksi Mengharukan Bapak Driver Ojol Terima THR dari Customer, Tangan Bergetar Jadi Sorotan

Standar Besaran THR Anak Berdasarkan Usia

1. Anak Usia Prasekolah

Anak-anak usia prasekolah umumnya belum memiliki banyak kebutuhan finansial. Mereka masih berada pada tahap mengenal uang sebagai alat tukar sederhana.

Kisaran THR: Rp5.000 - Rp10.000

Pada usia ini, uang yang diberikan biasanya digunakan untuk membeli jajanan atau mainan kecil. Meski nominalnya relatif kecil, manfaatnya cukup besar sebagai pengenalan awal terhadap konsep uang.

Agar lebih menarik, Anda bisa memberikan THR dalam amplop lucu bergambar karakter kartun favorit. Selain itu, orang tua bisa mulai mengenalkan konsep menabung dengan mengajak anak menyimpan sebagian uangnya.

2. Anak Sekolah Dasar (SD)

Memasuki usia sekolah dasar, anak mulai memahami fungsi uang dengan lebih baik. Mereka juga mulai memiliki kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan belajar.

Kisaran THR: Rp15.000 - Rp20.000

Pada tahap ini, anak sudah bisa diajak berdiskusi sederhana tentang penggunaan uang. Misalnya, menyarankan untuk membeli alat tulis, buku, atau menyimpan sebagian sebagai tabungan.

Memberikan arahan ringan saat memberikan THR akan membantu anak belajar mengatur pengeluaran sejak dini.

3. Anak Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Anak SMP mulai memasuki masa remaja awal. Kebutuhan mereka tidak hanya berkaitan dengan sekolah, tetapi juga aktivitas sosial dan hobi.

Kisaran THR: Rp25.000 - Rp50.000

Dengan nominal ini, anak dapat memenuhi kebutuhan sederhana seperti membeli perlengkapan sekolah tambahan, menabung, atau memenuhi hobi ringan.

Pada usia ini, penting untuk mulai memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan, seperti membuat prioritas dan tidak menghabiskan uang sekaligus.

Baca juga: Bolehkah Orang Tua Memakai Uang THR Anak? Ini Penjelasan Hukum Islam yang Perlu Dipahami

4. Anak Sekolah Menengah Atas (SMA)

Anak SMA umumnya sudah memiliki pola pikir yang lebih matang. Mereka mulai memahami konsep keuangan yang lebih kompleks.

Kisaran THR: Mulai dari Rp50.000 (dapat disesuaikan)

Kebutuhan mereka bisa mencakup keperluan sekolah, gaya hidup, hingga persiapan masa depan. Oleh karena itu, selain memberikan THR, Anda juga bisa mulai mengenalkan konsep seperti menabung jangka panjang atau investasi sederhana.

Nominal yang diberikan bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kedekatan hubungan dengan anak tersebut.

Strategi Mengatur Anggaran THR agar Tidak Boncos

1. Buat Daftar Penerima THR

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun daftar anak-anak yang akan menerima THR. Dengan daftar ini, anda dapat memperkirakan total kebutuhan dana secara lebih akurat.

Prioritaskan anak-anak yang memiliki hubungan dekat, seperti keponakan, sepupu, atau anak tetangga yang sering berinteraksi.

2. Tentukan Anggaran Sejak Awal

Sebaiknya anggaran THR sudah dipersiapkan jauh sebelum Lebaran, bahkan sejak awal Ramadan. Dengan begitu, anda tidak perlu mengambil dana dari kebutuhan lain.

Anda juga bisa membuat tabungan khusus THR agar pengeluaran lebih terkontrol dan tidak mengganggu keuangan utama.

3. Siapkan Uang Pecahan

Menyiapkan uang pecahan kecil sebelum Lebaran akan memudahkan proses pembagian THR. Selain praktis, cara ini juga membantu Anda tetap konsisten dengan nominal yang sudah ditentukan.

4. Gunakan Amplop THR yang Menarik

Amplop dengan desain lucu dan warna cerah dapat meningkatkan kebahagiaan anak, meskipun nominal yang diberikan tidak terlalu besar.

Hal sederhana ini bisa memberikan kesan spesial tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan yang besar.

5. Kombinasikan dengan Bingkisan

Salah satu cara cerdas untuk menghemat adalah dengan mengombinasikan THR dengan bingkisan.

Misalnya, anda bisa memberikan paket berisi kue Lebaran, permen, atau camilan kecil, lalu menambahkan uang dalam jumlah lebih kecil. Cara ini tetap membuat anak senang tanpa harus mengeluarkan uang besar.

Baca juga: Jadwal dan Besaran THR Ramadhan 2026: PNS, TNI-Polri, Pensiunan, hingga Karyawan Swasta

Kesalahan Umum dalam Memberikan THR

1. Memberikan Nominal Berlebihan

Banyak orang merasa tidak enak jika memberikan THR dalam jumlah kecil, sehingga akhirnya memberikan lebih dari kemampuan. Hal ini justru bisa membebani keuangan.

2. Tidak Membuat Perencanaan

Tanpa perencanaan, pengeluaran THR bisa tidak terkendali. Anda mungkin akan terus mengambil uang tambahan karena tidak memiliki batasan yang jelas.

3. Mengabaikan Edukasi Keuangan

Memberikan uang tanpa penjelasan membuat anak tidak belajar apa-apa. Padahal, momen ini sangat baik untuk mengajarkan pengelolaan keuangan.

4. Terlalu Membandingkan dengan Orang Lain

Setiap orang memiliki kondisi keuangan yang berbeda. Tidak perlu merasa harus menyamai jumlah THR yang diberikan orang lain.

Manfaat Memberikan THR Secara Terukur

Memberikan THR dengan perencanaan yang matang memiliki banyak manfaat, baik bagi pemberi maupun penerima.
Bagi Pemberi

- Keuangan tetap stabil setelah Lebaran
- Pengeluaran lebih terkontrol
- Tidak menimbulkan stres finansial

Bagi Anak

- Belajar menghargai uang
- Mulai memahami konsep menabung
- Mengembangkan kebiasaan finansial yang sehat

Tips Mengajarkan Anak Mengelola THR

Agar manfaat THR lebih maksimal, Anda bisa mengajarkan anak cara mengelola uang yang mereka terima.

1. Terapkan Konsep 3 Pos Keuangan

Ajarkan anak membagi uang menjadi tiga bagian:

- Menabung
- Belanja
- Berbagi

2. Ajak Anak Menentukan Tujuan

Bantu anak menentukan tujuan penggunaan uang, misalnya membeli barang yang diinginkan atau menabung untuk sesuatu yang lebih besar.

3. Gunakan Celengan atau Rekening Anak

Memberikan media penyimpanan seperti celengan atau rekening khusus anak bisa membantu mereka lebih disiplin dalam menabung.

4. Berikan Contoh yang Baik

Anak cenderung meniru perilaku orang dewasa. Oleh karena itu, tunjukkan cara mengelola uang dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: 7 Pantun Minta THR Lebaran Lucu, Auto Bikin Dompet Tebal!

Menjaga Makna THR di Tengah Gaya Hidup Modern

Di era modern, tradisi THR sering kali berubah menjadi ajang pamer nominal. Padahal, esensi sebenarnya adalah berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan.

Memberikan THR tidak harus selalu dalam jumlah besar. Yang terpenting adalah niat dan makna di balik pemberian tersebut. Bahkan, perhatian kecil seperti amplop lucu atau pesan hangat bisa memberikan kesan yang mendalam bagi anak.

Tradisi berbagi THR saat Lebaran adalah warisan budaya yang penuh makna dan kebahagiaan. Namun, agar tidak menjadi beban finansial, penting untuk menentukan nominal yang sesuai dan merencanakannya dengan matang.

Dengan menyesuaikan besaran THR berdasarkan usia anak serta menerapkan strategi pengelolaan keuangan yang tepat, anda bisa tetap menjalankan tradisi ini tanpa khawatir pengeluaran membengkak. 

Lebih dari itu, momen ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan anak tentang pentingnya mengelola uang dengan bijak.

Karena pada akhirnya, kebahagiaan sejati tidak diukur dari seberapa besar uang yang diberikan, melainkan dari kehangatan dan kebersamaan yang tercipta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU