Kamis, 26 MARET 2026 • 09:15 WIB

Apa Itu Focus Group Discussion (FGD)? Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya

Author

Apa Itu Focus Group Discussion (FGD)? Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya (Pexels/fauxels)

INDOZONE.ID - Dalam dunia profesional maupun akademik, kita sering mendengar istilah Focus Group Discussion (FGD).

Metode ini sering digunakan oleh perusahaan, peneliti, hingga instansi pemerintah untuk mengumpulkan ide atau solusi dari sebuah masalah.

Ingin tahu lebih dalam tentang apa itu FGD dan bagaimana prosesnya? Simak panduan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Focus Group Discussion (FGD)?

Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui diskusi kelompok terarah. Berbeda dengan diskusi biasa, FGD fokus pada satu topik spesifik yang dibahas oleh sekelompok orang (biasanya 6–12 orang). 

Dalam FGD, ada seorang moderator yang bertugas memandu jalannya diskusi. Moderator akan mengajukan pertanyaan, menjaga suasana tetap nyaman, dan memastikan semua peserta mendapat kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

FGD tidak hanya mencari jawaban, tetapi juga ingin mengetahui alasan di balik pendapat tersebut. Itulah sebabnya metode ini sering digunakan untuk menggali pemikiran, pengalaman, dan perasaan seseorang terhadap suatu hal.

Baca juga: Contoh Undangan Rapat Karang Taruna yang Related dengan Gaya Gen Z

Tujuan Focus Group Discussion (FGD)

Focus Group Discussion (FGD) memiliki beberapa tujuan utama yang membuat metode ini sering digunakan dalam berbagai bidang.

1. Menggali Informasi Secara Mendalam

FGD bertujuan untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan detail melalui diskusi langsung. Peserta bisa menjelaskan pendapatnya secara bebas, sehingga data yang dapat dijelaskan. 

2. Mengetahui Berbagai Pendapat

Dalam satu diskusi, FGD memungkinkan munculnya berbagai sudut pandang yang berbeda. Hal ini penting untuk memahami suatu topik dari banyak sisi, bukan hanya dari satu pendapat saja.

3. Mengidentifikasi Masalah dan Solusi 

Dalam dunia profesional, FGD sering dilakukan untuk menemukan hambatan dalam sebuah proyek dan mencari solusi kreatif secara bersama-sama dari berbagai sudut pandang peserta.

4. Mengumpulkan Ide dan Masukan

Diskusi kelompok sering menghasilkan ide-ide baru. FGD bertujuan untuk mengumpulkan berbagai saran atau masukan yang bisa digunakan untuk pengembangan suatu program, produk, atau kebijakan.

5. Mendukung Pengambilan Keputusan

Hasil dari FGD dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan. Informasi yang diperoleh biasanya lebih kaya karena berasal dari pengalaman langsung para peserta.

6. Meningkatkan Interaksi dan Diskusi

Selain mengumpulkan data, FGD juga bertujuan menciptakan interaksi yang aktif antar peserta. Dari interaksi ini, sering muncul pemikiran baru yang lebih berkembang.

7. Mengetahui Respons terhadap Suatu Hal

FGD juga bertujuan untuk melihat bagaimana reaksi atau tanggapan peserta terhadap suatu ide, produk, atau rencana. Dengan begitu, bisa diketahui apakah hal tersebut diterima atau perlu diperbaiki.

Baca juga: Teks Deskripsi: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contohnya

Tahapan Pelaksanaan FGD

Agar FGD berjalan lancar, biasanya dilakukan beberapa tahap berikut:

1. Menentukan Tujuan dan Topik

Pertama, tentukan dulu tujuan FGD, misalnya ingin mencari pendapat atau solusi. Setelah itu, tentukan topik yang akan dibahas agar diskusi tidak melebar ke mana-mana.

2. Menentukan Peserta

Peserta dipilih sesuai dengan topik yang dibahas, misalnya orang yang memiliki pengalaman atau pengetahuan terkait. Jumlah peserta biasanya sekitar 6–12 orang agar diskusi tetap efektif.

3. Menyiapkan Moderator

Moderator adalah orang yang memimpin diskusi. Tugasnya mengatur jalan obrolan agar tetap tertib dan semua peserta mendapat kesempatan berbicara.

4. Menyiapkan Pertanyaan

Sebelum diskusi dimulai, siapkan beberapa pertanyaan. Tujuannya supaya pembahasan lebih terarah dan tidak bingung saat diskusi berlangsung.

5. Melakukan Diskusi

Diskusi dilakukan dengan suasana santai agar peserta tidak malu untuk berbicara. Moderator akan memulai diskusi dan mengarahkan pembahasan.

6. Pencatatan dan Dokumentasi

Seluruh proses diskusi perlu dicatat, baik secara tertulis maupun direkam. Hal ini penting agar semua pendapat peserta bisa dianalisis kembali setelah kegiatan selesai.

7. Analisis Hasil Diskusi

Setelah FGD selesai, data yang sudah dikumpulkan akan dianalisis. Pada tahap ini dicari poin-poin penting, kesamaan pendapat, serta perbedaan yang muncul dari peserta.

8. Penarikan Kesimpulan

Dari hasil analisis, kemudian dibuat kesimpulan yang menjawab tujuan awal FGD. Kesimpulan ini biasanya berisi ringkasan pendapat dan temuan utama dari diskusi.

9. Penyusunan Laporan

Tahap terakhir adalah menyusun laporan hasil FGD. Laporan ini dibuat secara rapi dan jelas agar mudah dipahami serta bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan atau referensi.

Baca juga: Jadwal Rapat Padat Menguras Energi Tim, Buat Tak Produktif

Kelebihan dan Kekurangan Focus Group Discussion (FGD)

Dalam pelaksanaannya, Focus Group Discussion (FGD) memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini penting diketahui agar metode ini bisa digunakan dengan tepat.

Kelebihan FGD

1. Informasi Lebih Mendalam

FGD memungkinkan peserta menyampaikan pendapat secara langsung dan lebih bebas. Karena berbentuk diskusi, jawaban yang diberikan biasanya lebih panjang dan jelas dibandingkan survei biasa.

2. Banyak Sudut Pandang

Dalam satu sesi FGD, kita bisa mendapatkan berbagai pendapat dari beberapa orang sekaligus. Hal ini membantu melihat suatu masalah dari berbagai sisi.

3. Suasana Lebih Santai dan Terbuka

FGD biasanya dilakukan dengan suasana yang nyaman, sehingga peserta tidak merasa tegang. Dengan begitu, mereka lebih berani dan jujur dalam menyampaikan pendapat.

4. Muncul Ide-ide Baru

Adanya interaksi antar peserta sering memicu munculnya ide baru. Kadang, satu pendapat bisa memancing peserta lain untuk memberikan gagasan tambahan.

5. Lebih Efisien Waktu

Dalam satu pertemuan, bisa mendapatkan banyak informasi sekaligus dari beberapa orang, sehingga lebih hemat waktu dibanding wawancara satu per satu.

6. Memahami Bahasa Tubuh

Selain kata-kata, peneliti dapat mengamati ekspresi wajah, nada suara, dan gestur peserta untuk menilai kejujuran atau antusiasme mereka terhadap suatu topik.

Kekurangan FGD

1. Sulit Mengatur Jalannya Diskusi

Jika peserta terlalu banyak atau memiliki karakter yang berbeda-beda, diskusi bisa menjadi kurang kondusif. Ada kemungkinan terjadi perdebatan yang sulit dikendalikan.

2. Membutuhkan Persiapan yang Matang

FGD tidak bisa dilakukan secara mendadak. Perlu perencanaan yang baik, mulai dari menentukan tujuan, memilih peserta, hingga menyiapkan tempat dan pertanyaan.

3. Membutuhkan Waktu untuk Analisis

Setelah diskusi selesai, hasilnya harus dianalisis terlebih dahulu. Karena data yang diperoleh cukup banyak dan berupa percakapan, proses analisis bisa memakan waktu.

4. Dominasi Peserta tertentu

Sering kali ada satu atau dua orang yang sangat vokal sehingga mendominasi pembicaraan. Hal ini bisa membuat peserta yang lebih pendiam merasa sungkan untuk berpendapat.

5. Membutuhkan Moderator yang Terampil

FGD harus dipandu oleh moderator yang benar-benar mampu mengatur jalannya diskusi. Jika moderator kurang berpengalaman, diskusi bisa menjadi tidak terarah, melebar, atau bahkan tidak mencapai tujuan.

6. Ada Kemungkinan Peserta Tidak Jujur

Beberapa peserta mungkin merasa kurang nyaman atau terpengaruh oleh peserta lain, sehingga tidak menyampaikan pendapat yang sebenarnya.

Baca juga: Gimana Persiapan buat Diskusi Berat yang Mendadak? Ini Caranya

Itulah penjelasan tentang pengertian, manfaat, dan tahapan FGD. Semoga membantu menambah pemahaman tentang metode diskusi ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Deepublishstore.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU