Apa Itu Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit? Ini Perbedaan, Sifat, dan Contohnya (SHAKIRASQUARE)
INDOZONE.ID - Di sekitar kita, banyak zat yang larut dalam air, seperti garam, gula, atau alkohol. Namun, tidak semua larutan bisa menghantarkan listrik.
Beberapa larutan menghantarkan arus listrik, sementara yang lain tidak.
Larutan yang dapat menghantarkan listrik disebut larutan elektrolit, karena mengandung ion-ion bebas yang bergerak.
Sedangkan larutan non-elektrolit tidak menghasilkan ion, sehingga listrik tidak bisa mengalir di dalamnya.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap apa itu larutan elektrolit dan non-elektrolit, perbedaannya, sifat-sifatnya, serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari, supaya lebih mudah dipahami.
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Hal ini terjadi karena larutan ini mengandung ion-ion bebas yang bergerak dalam air.
Ion-ion ini berasal dari zat terlarut yang terurai menjadi kation (ion positif) dan anion (ion negatif).
Contoh yang paling sederhana adalah, air garam (NaCl). Garam dapur ketika dilarutkan dalam air akan terurai menjadi ion natrium (Na⁺) dan ion klorida (Cl⁻). Ion-ion inilah yang “menghantarkan” listrik dalam larutan.
Baca juga: Tabel Periodik Unsur Kimia Lengkap dengan Cara Membacanya
Larutan elektrolit memiliki beberapa sifat khusus, yang membedakannya dari larutan non-elektrolit. Berikut sifat-sifatnya:
Larutan elektrolit bisa menghantarkan listrik karena ada ion-ion bebas di dalamnya. Ion positif dan negatif ini, bergerak dalam larutan dan membawa arus listrik.
Contohnya, air garam bisa membuat lampu kecil menyala saat dicoba di percobaan sederhana.
Zat yang dilarutkan dalam larutan elektrolit akan terurai menjadi ion-ion. Misalnya, garam (NaCl) akan terpecah menjadi ion natrium (Na⁺) dan ion klorida (Cl⁻). Ion-ion ini lah yang membuat listrik bisa mengalir.
Larutan elektrolit biasanya memiliki rasa tertentu. Contohnya: garam terasa asin, air jeruk terasa asam. Rasa ini bisa membantu membedakan larutan elektrolit dari larutan biasa seperti gula yang manis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruang Guru