INDOZONE.ID - Pernah tidak, kamu berpikir dari mana asal makhluk hidup di bumi ini? Bagaimana kehidupan pertama kali bisa muncul? Pertanyaan tentang asal-usul kehidupan selalu menarik untuk dibahas.
Salah satu teori yang pernah mencoba menjawabnya adalah teori abiogenesis. Teori ini menyatakan bahwa, makhluk hidup bisa terbentuk dari benda mati secara alami.
Meskipun terdengar aneh, dulu teori ini sempat dipercaya oleh banyak orang.
Lalu, apa sebenarnya teori abiogenesis itu, bagaimana sejarahnya, dan bagaimana perkembangannya hingga saat ini? Mari kita bahas bersama.
Apa Itu Teori Abiogenesis?
Secara etimologi, abiogenesis berasal dari bahasa Yunani: a (tidak), bios (hidup), dan genesis (asal mula). Jadi, Abiogenesis adalah teori yang menyatakan, makhluk hidup berasal dari benda mati atau benda tidak hidup yang terjadi secara spontan.
Teori ini juga sering dikenal dengan istilah Generatio Spontanea (penciptaan spontan). Para penganut teori ini meyakini bahwa, kehidupan muncul begitu saja karena adanya gaya hidup (force of life) pada benda mati dalam kondisi tertentu.
Baca juga: 4 Jenis Kepribadian Berdasarkan Teori Proto-Psikologis, Kamu Tipe Mana?
Sejarah dan Tokoh Teori Abiogenesis Klasik
Teori ini tidak muncul begitu saja, melainkan didasarkan pada pengamatan sederhana, terhadap fenomena alam di masa lalu.
1. Aristoteles (384–322 SM)
Filsuf besar Yunani, Aristoteles, adalah tokoh utama yang mencetuskan teori ini. Berdasarkan pengamatannya, ia melihat ikan-ikan muncul dari lumpur atau cacing yang muncul dari tanah yang membusuk.
Ia menyimpulkan bahwa, kehidupan bisa muncul dari materi tak hidup selama materi tersebut mengandung "panas vital".
2. John Needham (1713–1781)
Pada abad ke-18, ilmuwan asal Inggris ini melakukan percobaan dengan merebus kaldu daging untuk membunuh mikroorganisme, lalu menempatkannya dalam wadah terbuka.
Setelah beberapa hari, kaldu tersebut dipenuhi mikroba. Needham menyimpulkan, mikroba tersebut berasal dari air kaldu itu sendiri.
Percobaan yang Menentang Abiogenesis dan Munculnya Biogenesis
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, banyak ilmuwan mulai meragukan teori ini. Mereka melakukan percobaan untuk membuktikannya.
1. Francesco Redi (Abad ke-17)
Francesco Redi, seorang ilmuwan dari Italia, melakukan percobaan dengan daging mentah. Ia meletakkan daging itu di beberapa wadah, beberapa terbuka dan beberapa ditutup kain kasa.
Hasilnya: belatung hanya muncul pada daging yang terbuka karena lalat bisa masuk dan bertelur. Daging yang ditutup rapat tidak ada belatung.
Dari percobaan ini, Redi membuktikan, belatung tidak muncul dari daging sendiri, melainkan dari telur lalat. Ini adalah salah satu bukti awal yang menentang teori abiogenesis.
2. Lazzaro Spallanzani (Abad ke-18)
Lazzaro Spallanzani melakukan percobaan dengan merebus kaldu di dalam botol tertutup rapat. Kaldu yang direbus dan ditutup rapat tetap bersih dan tidak ditumbuhi mikroorganisme.
Namun, jika botol dibuka, mikroorganisme mulai muncul. Percobaan ini menunjukkan, mikroorganisme berasal dari udara di sekitar, bukan muncul sendiri dari kaldu.
3. Louis Pasteur (Abad ke-19)
Louis Pasteur, ilmuwan dari Prancis, melakukan percobaan terkenal menggunakan labu dengan leher berbentuk angsa. Kaldu direbus dalam labu tersebut.
Udara tetap masuk, tetapi debu dan mikroorganisme tertahan di leher labu. Hasilnya, kaldu tetap bersih. Hanya jika leher labu dipatahkan atau kotoran masuk, mikroorganisme muncul.
Percobaan Pasteur membuktikan, makhluk hidup selalu berasal dari makhluk hidup lain, bukan dari benda mati. Hal ini membuat teori abiogenesis mulai ditinggalkan.
Baca juga: Pengertian Horizontal: Arti, Ciri, dan Contohnya dalam dan Kehidupan Sehari-hari
Semboyan Utama Biogenesis
Setelah eksperimen Pasteur, muncul tiga prinsip dasar biogenesis yang meruntuhkan konsep Generatio Spontanea:
- Omne vivum ex ovo: Semua makhluk hidup berasal dari telur.
- Omne ovum ex vivo: Semua telur berasal dari makhluk hidup.
- Omne vivum ex vivo: Semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
Perkembangan Evolusi Kimia
Setelah teori abiogenesis klasik ditinggalkan, para ilmuwan mulai mengembangkan versi modern yang dikenal sebagai evolusi kimia.
Konsep ini menjelaskan, bagaimana molekul-molekul sederhana di bumi purba bisa bereaksi, dan membentuk molekul kompleks yang menjadi dasar kehidupan.
Dalam evolusi kimia, kehidupan tidak muncul begitu saja dari benda mati. Sebaliknya, prosesnya memakan waktu jutaan tahun dan melalui tahapan bertahap:
- Molekul sederhana seperti air, metana, amonia, dan hidrogen berinteraksi di atmosfer bumi purba.
- Energi dari petir atau sinar matahari memicu reaksi kimia, membentuk molekul organik sederhana seperti asam amino dan nukleotida.
- Molekul organik ini kemudian berkumpul dan membentuk struktur lebih kompleks, seperti protein, asam nukleat, dan membran sel.
Percobaan paling terkenal yang mendukung ide ini adalah percobaan Miller-Urey (1953). Dalam percobaan ini, ilmuwan meniru kondisi bumi purba di laboratorium, dan berhasil membentuk asam amino dari gas-gas sederhana.
Baca juga: Pengertian Biografi dan Perbedaannya dengan Autobiografi
Itulah pengertian, sejarah, dan perkembangan teori abiogenesis. Dengan memahami teori ini, kita bisa melihat bagaimana ilmu pengetahuan berkembang dari waktu ke waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britanica.com