Sabtu, 02 MEI 2026 • 13:05 WIB

Kalau Kamu Sering Merasa Seperti Ini, Waspada! Diam-Diam Temanmu Merusak Mentalmu

Author

Ilustrasi pertemanana toxic. (freepik)

INDOZONE.ID - Pertemanan seharusnya jadi tempat paling nyaman untuk berbagi cerita, mencari dukungan, dan merasa diterima apa adanya. 

Teman yang baik biasanya hadir saat kamu butuh, memberi energi positif, dan membuat hidup terasa lebih ringan.

Tapi kenyataannya, tidak semua pertemanan membawa dampak baik.

Ada juga hubungan pertemanan yang diam-diam justru menguras energi, membuat mental lelah, bahkan memicu stres berkepanjangan. 

Baca juga: PNM Perluas Akses Pendidikan Lewat Beasiswa hingga Ruang Pintar PNM di Pelosok Negeri

Parahnya lagi, banyak orang tidak sadar bahwa mereka sedang berada dalam lingkaran pertemanan toxic karena tanda-tandanya sering terlihat “normal.”

Salah satu sinyal yang paling sering diabaikan adalah ketika kamu terus merasa cemas, tidak nyaman, atau serba salah saat berada di dekat seorang teman.

Kalau kamu pernah merasakan hal ini, mungkin ada sesuatu yang perlu dievaluasi.

Selalu Merasa Ada yang Salah, Tapi Sulit Menjelaskannya

Pernah merasa gelisah setiap kali akan bertemu teman tertentu?

Baca juga: “Teman Dekat” Ternyata Bisa Bikin Stres Kamu Meningkat Tanpa Disadari, Kok Bisa?

Kamu mungkin merasa ada sesuatu yang aneh, tetapi sulit menjelaskan secara spesifik apa yang sebenarnya salah.

Saat mengobrol dengannya, kamu merasa harus ekstra hati-hati memilih kata agar tidak memicu respons negatif. 

Bahkan setelah pulang, kamu terus memikirkan percakapan tadi dan bertanya-tanya apakah kamu telah melakukan kesalahan.

Perasaan tidak nyaman yang terus berulang ini bisa menjadi tanda bahwa hubungan pertemanan tersebut tidak sehat.

Baca juga: Cewek Ini Tetap Gas UTBK Meski Diinfus, Datang ke Lokasi Ujian Pakai Ambulance

Sering Dilempar Candaan yang Sebenarnya Menyakitkan

Dalam pertemanan toxic, ejekan sering dibungkus sebagai candaan. Misalnya temanmu sering mengomentari penampilan, pekerjaan, kondisi finansial, atau kehidupan pribadimu lalu menertawakannya di depan orang lain.

Saat kamu merasa tersinggung dan mencoba membela diri, mereka justru berkata: “Baper banget sih, kan cuma bercanda.”

Kalimat seperti ini sering dipakai untuk menghindari tanggung jawab sekaligus membuat kamu merasa reaksimu berlebihan. Lama-lama, hal ini bisa menurunkan rasa percaya diri seseorang.

Baca juga: Kesepian Justru Setelah Bertemu Teman? Bisa Jadi Kamu Ada di Lingkaran Pertemanan Toxic

Sikapnya Sulit Ditebak dan Bikin Kamu Selalu Waspada

Hari ini mereka bisa sangat baik, perhatian, dan terlihat seperti sahabat terbaik. Namun besok, mereka bisa berubah menjadi dingin, mudah marah, atau tiba-tiba menjauh tanpa alasan jelas.

Pola perilaku yang tidak konsisten seperti ini membuat kamu terus merasa bingung. Kamu jadi takut salah bicara, takut membuat mereka marah, hingga merasa harus terus menyesuaikan diri demi menjaga hubungan tetap aman.

Suka Memanipulasi dan Membuatmu Merasa Bersalah

Teman toxic sering kali pandai memutar-balikkan situasi!

Ketika mereka berbuat salah, justru kamu yang dibuat merasa bersalah. Mereka bisa memainkan peran sebagai korban, membesar-besarkan masalah kecil, atau membuat cerita seolah semua kesalahan berasal darimu.

Baca juga: Temanmu Sering Mencoba Mengubah Dirimu, Bisa Jadi Itu Tanda Toxic Friendship!

Kondisi ini sering berkaitan dengan gaslighting, yaitu manipulasi emosional yang membuat seseorang meragukan pikiran dan perasaannya sendiri.

Dampaknya Bisa Merusak Kesehatan Mental

Pertemanan toxic bukan hal sepele!

Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa memicu stres, kecemasan berlebih, sulit fokus saat bekerja atau belajar, gangguan tidur, hingga membuat seseorang menarik diri dari lingkungan sosial.

Tidak sedikit orang yang kehilangan rasa percaya diri karena terlalu lama berada dalam hubungan pertemanan yang tidak sehat.

Baca juga: Dia Cuma Muncul Saat Butuh Kamu? Waspada, Ini Tanda Kamu Lagi “Dimanfaatkan” Temanmu!

Kapan Harus Menjaga Jarak?

Tidak semua konflik dalam pertemanan berarti toxic. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Namun, jika seseorang terus membuatmu merasa lelah secara emosional, tidak dihargai, cemas, dan kehilangan ketenangan, mungkin sudah saatnya membuat batasan yang lebih sehat.

Memilih menjauh dari pertemanan yang merusak kesehatan mental bukan berarti kamu jahat. Sebaliknya, itu bisa menjadi bentuk menjaga diri sendiri.

Teman sejati seharusnya membuat hidup terasa lebih ringan, bukan menjadi sumber stres yang terus menguras energi setiap hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU