Kamis, 14 MEI 2026 • 16:05 WIB

Jangan Sepelekan Kuku yang Mudah Patah dan Lembek! Bisa Jadi Tubuh Kekurangan Nutrisi Ini

Author

Ilustrasi menjaga kesehatan kuku (Sumber: Freepik)

INDOZONE.ID - Kuku yang mudah patah sering dianggap masalah sepele. Banyak orang langsung menyalahkan penggunaan kuteks, aktivitas rumah tangga, atau kebiasaan mencuci tangan terlalu sering sebagai penyebab utamanya.

Padahal, kalau kuku terus-menerus dibiarkan rapuh, tipis, gampang sobek, atau bahkan lembek dan selalu patah, bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal bahwa ada nutrisi penting yang kurang terpenuhi.

Meski paparan air dan bahan kimia tetap bisa memperburuk kondisi kuku, faktor dari dalam tubuh juga tidak boleh diabaikan. 

Sebab, kuku yang sehat membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar bisa tumbuh kuat dan tidak mudah rusak.

Baca juga: 10 Tahapan Pembukaan Melahirkan Normal, Calon Ibu Wajib Tahu!

Kenapa Kekurangan Nutrisi Bisa Bikin Kuku Rapuh?

Kuku terbuat dari protein bernama keratin. Agar keratin terbentuk dengan baik, tubuh membutuhkan berbagai vitamin dan mineral pendukung. 

Jika asupan nutrisi tidak tercukupi dalam jangka waktu lama, pertumbuhan kuku bisa melambat, teksturnya menjadi lebih lemah, dan kuku pun lebih mudah patah.

Bahkan dalam beberapa kasus, kuku bisa terlihat kusam, tipis, bergelombang, hingga mudah terbelah di bagian ujungnya.

Nutrisi yang Berperan Penting untuk Kesehatan Kuku

Berikut beberapa nutrisi yang sering dikaitkan dengan kuku rapuh:

Baca juga: Eksim Sering Kambuh? Simak Penyebab dan Cara Meredakannya

1. Vitamin B

Vitamin B, terutama biotin, dikenal berperan penting dalam menjaga pertumbuhan kuku agar tetap kuat. Kekurangan vitamin ini dapat membuat kuku menjadi tipis dan gampang retak.

Sumber alaminya bisa didapat dari telur, susu, pisang, salmon, dan kacang-kacangan.

2. Zat Besi

Kadar zat besi yang rendah dapat mempengaruhi kesehatan kuku. Salah satu tandanya adalah kuku menjadi rapuh dan pertumbuhannya terganggu.

Zat besi bisa diperoleh dari daging merah, bayam, hati ayam, dan kacang merah. Namun, jangan langsung minum suplemen zat besi tanpa pemeriksaan medis terlebih dahulu.

Baca juga: Suka Pakai Baju Gym Ketat Biar Kelihatan Fit? Studi Ungkap Efek Tak Terduga pada Wanita, Benarkah?

3. Kalsium

Kalsium tidak hanya penting untuk tulang, tetapi juga membantu menjaga kuku tetap kuat.

Sumber kalsium bisa didapat dari susu, yogurt, keju, tahu, dan sayuran hijau.

4. Asam Lemak Sehat

Asam lemak membantu menjaga kelembaban kuku agar tidak terlalu kering dan mudah pecah.

Kamu bisa mendapatkannya dari alpukat, ikan, kacang almond, dan biji chia.

Baca juga: Nggak Pakai Bra Bisa Bikin Payudara Turun? Fakta Ilmiah Justru Bikin Banyak Orang Salah Paham!

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memperparah Kondisi Kuku

Selain faktor nutrisi, beberapa kebiasaan berikut juga bisa membuat kuku makin rapuh, seperti pola makan yang kurang sehat, terlalu sering terkena air, menggunakan deterjen tanpa sarung tangan, sering memakai kuteks dan remover berbahan keras, kebiasaan menggigit kuku, serta jarang menggunakan pelembab kuku.

Jika semua kebiasaan tersebut terus berlangsung, kondisi kuku bisa semakin parah.

Cara Mengatasi Kuku Mudah Patah

Kalau kamu mulai merasa kuku gampang rusak, coba lakukan beberapa langkah berikut:

  • Perbaiki pola makan dengan konsumsi makanan bernutrisi

Baca juga: Hamidah Rachmayanti Suka Minum Susu Kurma saat Hamil hingga Menyusui, Dokter Ungkap Manfaatnya

  • Perbanyak protein, vitamin, dan mineral
  • Kurangi penggunaan produk kuku berbahan kimia keras
  • Gunakan sarung tangan saat bersih-bersih
  • Istirahatkan kuku dari nail polish sementara waktu

Jika kuku tetap rapuh dalam waktu lama atau muncul gejala lain seperti tubuh lemas, rambut rontok, atau kulit pucat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Jangan anggap remeh kondisi kuku yang terus mudah patah. Bisa jadi tubuh sedang memberi tanda bahwa ada nutrisi penting yang selama ini kurang kamu perhatikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU